Peralatan minyak dan gas bekas dari Amerika mengalir ke Venezuela
Selasa, 15 September 2026
CARACAS - Di tengah panasnya Humble, Texas, di luar Houston, aktivitas pengiriman peralatan migas bekas ke Venezuela mulai meningkat.
Seperti dikutip Reuters, truk, rig, pompa, dan berbagai perlengkapan ladang minyak yang sebelumnya dilelang atau sudah tidak banyak diminati di AS kini dikumpulkan untuk mendukung rencana pemulihan industri minyak Venezuela.
Arus peralatan tersebut meningkat setelah Washington mengubah pendekatannya terhadap Venezuela, dari kebijakan sanksi selama bertahun-tahun menjadi dukungan terhadap rencana rekonstruksi industri migas negara tersebut yang nilainya diperkirakan mencapai US$100 miliar.
Perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, membutuhkan berbagai peralatan, mulai dari rig, pompa, stasiun katup hingga perangkat pengelasan.
Sejumlah peralatan berasal dari Texas, Oklahoma, Colorado, dan negara bagian AS lainnya, dengan kondisi mulai dari layak pakai hingga membutuhkan perbaikan.
Guanta Express, perusahaan perantara pengiriman yang berbasis di Humble, menjadi salah satu pemain dalam arus perdagangan tersebut.
Perusahaan mengirimkan peralatan dari berbagai wilayah AS menggunakan kapal kargo menuju pelabuhan Guanta dan Maracaibo, dua titik penting bagi industri minyak Venezuela.
Presiden Guanta Express Greg Diaz mengatakan kapasitas pengiriman perusahaan diperkirakan akan penuh hingga akhir tahun.
Perusahaan juga telah mendapatkan pesanan untuk dua kapal berikutnya, termasuk pengiriman dua rig berkekuatan 1.500 tenaga kuda yang menjadi peralatan terbesar yang pernah dikirimnya ke Venezuela.
Kebutuhan peralatan diperkirakan semakin besar seiring perusahaan energi berupaya meningkatkan kapasitas produksi di wilayah yang memiliki tantangan operasional tinggi, termasuk Danau Maracaibo dan kawasan Orinoco Belt. Chevron, SLB, dan Formentera Partners termasuk perusahaan yang melihat kebutuhan tambahan peralatan untuk mendukung ekspansi produksi.
Venezuela pernah menghasilkan lebih dari 3 juta barel minyak per hari pada akhir 1990-an.
Namun, produksinya kini berada di sekitar 1,25 juta barel per hari setelah bertahun-tahun mengalami kurangnya investasi, korupsi, dan tekanan sanksi.
Meski peluang bisnis meningkat, kondisi peralatan bekas menjadi salah satu risiko utama.
Banyak peralatan hasil lelang telah digunakan selama ribuan jam dan dijual tanpa garansi.
Kondisi tersebut juga dapat menyulitkan perusahaan memperoleh perlindungan asuransi.
David Peña dari broker asuransi Marsh mengatakan minimnya catatan pemeliharaan dan inspeksi yang dapat diverifikasi menjadi persoalan utama bagi perusahaan asuransi.
Tanpa inspeksi independen, penyedia asuransi dapat membatasi cakupan atau menetapkan persyaratan yang lebih ketat.
Pelonggaran sebagian besar sanksi AS terhadap Venezuela memang membantu membuka akses terhadap pembiayaan dan asuransi.
Namun, sejumlah perusahaan asuransi masih berhati-hati memasuki pasar tersebut karena tingginya risiko operasional dan ketidakpastian kondisi aset.
Permintaan mulai meningkat tak lama setelah operasi AS pada 3 Januari yang menargetkan penangkapan Presiden Venezuela saat itu, Nicolas Maduro.
Sejak itu, perusahaan pemasok peralatan di Houston menerima lebih banyak permintaan untuk mengirim aset migas ke Venezuela.
PetroFarm, misalnya, membeli peralatan langsung dari pemilik dan operator di AS sehingga dapat memeriksa riwayat pemeliharaan dan kondisi teknis sebelum dikirim.
Perusahaan tersebut telah mengirim dua rig workover berukuran kecil ke Venezuela dan berencana mengirim tiga unit tambahan dalam beberapa pekan. Satu rig workover kecil bernilai sekitar US$350.000.
Lonjakan permintaan ini menunjukkan terbukanya peluang pasar baru bagi industri peralatan migas AS, sekaligus mencerminkan besarnya kebutuhan investasi Venezuela untuk menghidupkan kembali kapasitas produksinya. (DK)