TPIA gandeng Bank Mandiri beri akses perbankan ke pelanggan

Selasa, 15 September 2026

image

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk menyediakan layanan akses perbankan bagi mitra pelanggan Perseroan, terutama di industri petrokimia.

Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin (14/9), yang turut dihadiri Dewan Direksi TPIA dan eksekutif Corporate & SME Banking Bank Mandiri.

Dalam kesepakatan ini, Bank Mandiri akan menyediakan fasilitas penerimaan pembayaran, transaksi perbankan, serta dukungan finansial sesuai kebutuhan mitra pelanggan TPIA.

“Sebagai bagian penting dari rantai nilai petrokimia Indonesia, kami melihat bahwa dukungan terhadap pelanggan tidak hanya berhenti pada penyediaan produk, tetapi juga bagaimana kami dapat membantu ekosistem usaha yang mendukung kelancaran bisnis mereka,” jelas Direktur Polymer Sales TPIA Raymond Budhin.

Pasalnya, menurut manajemen TPIA, kelancaran transaksi antara produsen bahan baku, dan pelanggan dari berbagai sektor manufaktur, akan memengaruhi aktivitas di sepanjang rantai nilai industri petrokimia.

“Konektivitas antara sektor industri dan keuangan juga dapat memperkuat daya saing serta menciptakan keunggulan berkelanjutan bagi industri nasional,” ujar Senior Executive Vice President Corporate Banking 1 BMRI Eny Kurniasih M. Mukarromah.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, BMRI sendiri mencatatkan kinerja kredit yang cukup subur hingga akhir Juni 2026.

Penyaluran kredit bank-only melonjak 19,9% secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun pada akhir Juni 2026 – di atas pertumbuhan kredit rata-rata industri di level 12,7%.

Sekitar 50,1% dari total pinjaman yang diberikan bank Himbara ini per Juni 2026 disalurkan kepada segmen corporate – termasuk institutional banking dan international banking – kemudian diikuti oleh segmen komersial dengan porsi 20,5%.

Pada akhirnya, baik TPIA maupun BMRI mengharapkan bahwa kerja sama ini akan menghasilkan efek berganda (multiplier effect), termasuk peningkatan aktivitas ekonomi, perluasan peluang kemitraan, dan penciptaan lapangan kerja dalam ekosistem industri dalam jangka panjang. (ZH)