Ekspansi LNG, Chevron jajaki sasar empat benua
Selasa, 15 September 2026
JAKARTA - Chevron Corp. memperluas penjajakan bisnis gas alam cair (LNG) ke Argentina, Mediterania, Afrika, dan Australia untuk memperkuat diversifikasi pasokan bagi pelanggan.
Presiden Global Gas Chevron, Freeman Shaheen, mengatakan perusahaan tengah mengevaluasi sejumlah peluang ekspansi di kawasan tersebut.
"Apa yang kita lihat dari krisis ini adalah bahwa hal tersebut justru memperkuat perlunya keragaman pasokan dan keragaman struktur kontrak yang berbeda," kata Shaheen kepada Reuters, Senin (14/9).
Dalam wawancara di sela-sela konferensi gas di Thailand, Shaheen mengatakan Chevron ingin memperluas portofolio bisnisnya melalui peluang di Argentina, Mediterania Timur, Australia, dan Afrika. Namun, dia tidak merinci proyek yang akan menjadi prioritas perusahaan.
Perluas Portofolio LNG
Di Argentina, Chevron memperbesar eksistensinya di ladang shale Vaca Muerta bersama sejumlah produsen migas besar asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan juga membangun portofolio blok eksplorasi lepas pantai di Yunani dan Siprus.
Chevron mengoperasikan dua proyek LNG utama di Australia, yakni Gorgon dan Wheatstone. Proyek Gorgon memiliki kapasitas produksi 15,6 juta ton LNG per tahun, sedangkan Wheatstone mencapai 8,9 juta ton per tahun.
Kedua proyek tersebut secara gabungan menyumbang sekitar 5% pasokan LNG global.
Di Afrika, Chevron meningkatkan kegiatan eksplorasi sekaligus mengejar peluang penemuan cadangan baru. Pada Agustus, perusahaan mengumumkan penemuan minyak dan kondensat gas di lepas pantai Angola.
Dalam pengeboran sumur eksplorasi di Blok 0, Chevron menemukan kolom hidrokarbon setebal lebih dari 2.000 kaki. Cadangan tersebut berpotensi terhubung langsung dengan infrastruktur produksi Chevron yang sudah beroperasi di negara tersebut.
Chevron menargetkan peningkatan portofolio LNG dalam beberapa tahun mendatang dengan sumber pasokan yang tersebar dari Argentina hingga Mediterania dan Afrika. Strategi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu titik rawan pengiriman. (DH)