Menkeu baru redakan kekhawatiran investor pada pengelolaan fiskal?
Selasa, 15 September 2026
JAKARTA - Pencopotan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan pengangkatan wakilnya, Suahasil Nazara, sebagai Menteri Keuangan baru dinilai dapat meredakan kekhawatiran investor terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi Indonesia.
Dikutip dari Reuters, pengangkatan Suahasil pada Senin (14/9) menjadikannya Menteri Keuangan ketiga di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam waktu kurang dari dua tahun.
Keputusan tersebut juga hanya berselang enam pekan setelah perubahan besar di jajaran pembuat kebijakan ekonomi Indonesia, ketika Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengundurkan diri secara mengejutkan pada Juli.
Suahasil, 55, merupakan teknokrat yang telah menjabat sebagai wakil menteri sejak 2019.
Namanya sudah dikenal oleh analis dan investor.
Sejumlah analis menilai pengangkatannya dapat memulihkan kepercayaan terhadap Kementerian Keuangan setelah sorotan terhadap disiplin fiskal dan arah kebijakan ekonomi semakin meningkat.
“Pergantian menteri keuangan merupakan langkah yang baik. Pasar seharusnya menyambutnya positif dan lembaga pemeringkat juga sudah mengenal serta menyukai Nazara,” kata Richard Borsuk, Adjunct Senior Fellow di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura.
Purbaya dicopot hanya setahun setelah ditunjuk secara mengejutkan untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025.
Sri Mulyani selama bertahun-tahun dikenal luas dan dihormati sebagai Menteri Keuangan.
Pencopotan mendadaknya saat itu memunculkan pertanyaan mengenai disiplin fiskal yang selama ini menjadi salah satu fondasi kepercayaan investor terhadap perekonomian terbesar di Asia Tenggara.
Selama masa jabatan Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat ke level tertinggi dalam tiga tahun.
Namun, pemerintah juga mencatat besarnya defisit anggaran.
Lembaga pemeringkat Fitch dan Moody's turut memangkas outlook peringkat kredit Indonesia karena kekhawatiran terhadap arah kebijakan yang dinilai sulit diprediksi.
Gaya Purbaya yang terbuka dan kebijakan yang tidak biasa juga belum mampu menenangkan pasar di tengah kekhawatiran terhadap belanja fiskal yang berlebihan serta campur tangan terhadap bank sentral.
“Suahasil bekerja dekat dengan Sri Mulyani selama bertahun-tahun dan tentu banyak belajar darinya,” kata Borsuk.
Angus Mackintosh, Spesialis ASEAN di perusahaan riset dan penasihat Aletheia Capital, menilai pengangkatan Suahasil dapat menciptakan arah kebijakan ekonomi yang lebih stabil dan mudah diprediksi.
Menurutnya, hal tersebut juga dapat menenangkan pasar obligasi dan saham Indonesia.
Suahasil meraih gelar doktor dari University of Illinois Urbana-Champaign. Sebelumnya, ia terlibat dalam penyusunan kebijakan pemerintah terkait desentralisasi fiskal dan pengentasan kemiskinan.
Ia juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada 2016-2019, termasuk keikutsertaannya dalam perumusan kebijakan perpajakan.
Dalam pernyataan pertamanya sebagai Menteri Keuangan, Suahasil berjanji menjaga kredibilitas anggaran negara sekaligus melanjutkan program-program unggulan Prabowo.
Ia juga berkomitmen mempertahankan defisit anggaran tahunan di bawah batas 3% dari produk domestik bruto (PDB) yang ditetapkan dalam undang-undang.
Perubahan Arah Kebijakan
Pengangkatan Suahasil terjadi setelah sejumlah perkembangan yang mengindikasikan Indonesia mulai menjauh dari kebijakan yang lebih populis dan intervensionis yang selama ini diterapkan pada pemerintahan Prabowo, kata Gareth Leather, Analis Senior di Capital Economics.
Leather juga menyoroti keputusan Prabowo menunjuk Wakil Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai gubernur baru untuk menggantikan Warjiyo.
Menurut Leather, Menteri Keuangan baru tersebut seharusnya dapat mengurangi tekanan politik terhadap gubernur baru Bank Indonesia agar memangkas suku bunga demi mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, muncul laporan mengenai perbedaan pandangan antara Warjiyo dan Purbaya sebelum pengunduran diri mendadak Warjiyo.
Namun, Suahasil tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, mengatakan Suahasil harus menentukan langkah selanjutnya terhadap kebijakan Purbaya yang menempatkan dana cadangan pemerintah Indonesia di bank-bank umum milik negara, bukan di bank sentral.
Kenaikan harga minyak global juga dapat kembali menekan anggaran subsidi pemerintah.
Tekanan tersebut semakin besar karena nilai tukar rupiah masih berada di dekat level terlemahnya terhadap dolar AS.
Sejumlah analis juga mengingatkan agar pengangkatan Suahasil tidak langsung diartikan sebagai perubahan besar dalam arah kebijakan.
Seorang analis senior yang berbasis di Jakarta dan meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan pengalaman Suahasil memang menjadi nilai tambah.
Namun, pengangkatannya diperkirakan tidak akan mengubah arah kebijakan fiskal Indonesia secara keseluruhan.
“Siapa pun menteri keuangannya, kebijakannya akan tetap sama jika yang presiden masih menentukan anggaran,” kata analis tersebut.
Menurutnya, perubahan yang lebih berarti baru dapat terjadi jika Suahasil mampu meyakinkan Prabowo untuk memilih kebijakan dengan dampak pengganda ekonomi yang lebih besar dibandingkan program unggulan saat ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Suahasil harus menjalankan mandat yang diberikan presiden, termasuk memenuhi kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tanpa mengganggu kredibilitas fiskal,” ujarnya. (ARF)