Sebagian saham BMRI dialihkan, transaksi hingga Rp60,67 miliar

Rabu, 07 Januari 2026

image

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melaporkan pengalihan sebanyak 485.333.332 saham atau setara 0,52% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (7/1), transaksi yang dilakukan pada 5 Januari 2026 ini memiliki nilai sementara sebesar Rp60,67 miliar dan merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN).

Saham BMRI dialihkan dari PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Setelah pengalihan, saham yang diterima BP BUMN diklasifikasikan sebagai saham Seri A Dwiwarna.

Corporate Secretary BMRI, Adhika Vista, menjelaskan bahwa transaksi ini bersifat administratif untuk menyesuaikan struktur kepemilikan negara sesuai dengan regulasi terbaru.

“Harga saham ditentukan berdasarkan nilai buku sebesar Rp60.666.666.500, yang menggunakan nilai sementara,” ujar Vista, dalam kterbukaan informasi, Rabu (7/1).

Seiring transaksi tersebut, struktur kepemilikan saham BMRI mengalami perubahan. BP BUMN yang sebelumnya hanya memiliki satu lembar saham Seri A Dwiwarna, kini menguasai total 0,52% hak suara.

Sementara itu, kepemilikan DAM berkurang dari 52% menjadi 51,48%.

Vista menjelaskan bahwa pengalihan saham tersebut tidak mempengaruhi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.

Dari segi kinerja saham, BMRI berada dalam tren penurunan. Selama sebulan terakhir, harga saham BMRI turun 2,22% ke level Rp4.840.

Dalam lima hari terakhir, saham BMRI terkoreksi cukup dalam 4,63% sedangkan pada perdagangan sesi dua hari ini, Rabu (7/1), hingga pukul 15.42 WIB turun 0,82%. (DK)