Indonesia pilih timah jadi komoditas perdana di bursa mineral ICOMEX

Rabu, 16 September 2026

image

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan timah sebagai komoditas pertama yang akan diperdagangkan melalui Indonesia Commodity and Mineral Exchange (ICOMEX), bursa mineral dan komoditas strategis (BMKS).

Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito mengatakan timah dipilih karena dinilai paling siap untuk masuk ke mekanisme perdagangan bursa. Komoditas tersebut sebelumnya telah diperdagangkan di Jakarta Futures Exchange (JFX), meski dengan partisipasi yang masih terbatas.

“Tentu ini adalah sesuatu yang sangat bagus, sehingga mendorong transparansi untuk perdagangan, baik transparansi di bursa pada awal-awal maupun B2B yang nanti reporting system-nya,” kata Sarjito dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa, seperti dikutip AntaraNews.

OJK menargetkan ICOMEX mulai menjalankan perdagangan pada 4 Januari 2027. Pemerintah melalui MIND ID turut mendukung pengembangan bursa mineral tersebut, termasuk mendorong peningkatan transaksi timah melalui bursa.

Menurut Sarjito, peningkatan transaksi timah di bursa dapat memperkuat transparansi sekaligus membangun likuiditas perdagangan. Permintaan dari industri domestik juga dinilai dapat menopang pengembangan ICOMEX.

“Dan ini juga mendorong hilirisasi dan industrialisasi serta mengoptimalkan juga smelter sampai misalnya nikel mungkin diproses di dalam negeri sampai menjadi baterai mobil listrik dan sebagainya,” ujar Sarjito.

Komoditas Strategis

Sarjito mengatakan daftar mineral dan komoditas strategis yang dapat diperdagangkan di ICOMEX, termasuk produk derivatifnya, akan diatur melalui peraturan presiden (perpres).

OJK telah menyiapkan dan mengusulkan daftar komoditas dalam proses penyusunan ketentuan BMKS. Daftar tersebut tetap dapat diperluas sesuai kebutuhan.

“Dan ada ketentuan lainnya, sehingga fleksibel untuk ditambahkan pada saat kita menganggap bahwa itu (tambahan komoditas yang diperdagangkan melalui BMKS) akan menjadi komoditas strategis ataupun mineral lainnya,” kata Sarjito.

Terkait peran MIND ID Group, Sarjito menyebut perusahaan tersebut memberikan dukungan terhadap pengembangan ICOMEX dan mendorong anggotanya bertransaksi melalui bursa.

“Sangat suportif, karena MIND ID kan government dan mereka yang menjadi suporter utama agar member-member mereka itu bisa melakukan perdagangan di bursa mineral dan komoditas,” kata dia.

Dorong Transparansi Emiten

OJK juga melihat kehadiran ICOMEX dapat memperkuat transparansi data perdagangan komoditas dan keterbukaan informasi emiten.

Sistem pelaporan perdagangan di BMKS nantinya diharapkan membuat data transaksi yang sebelumnya tidak terlihat menjadi lebih terbuka.

“Pasti, dong (kehadiran BMKS mendukung transparansi emiten). Makanya dengan adanya bursa mineral dan komoditas strategis ini, nanti hal-hal lain itu akan menjadi menyesuaikan. Yang tadinya tidak kelihatan, jadi kelihatan (lebih terbuka informasinya),” kata Sarjito.

ICOMEX dijadwalkan meluncur pada 17 September 2026. Pada momentum tersebut, OJK juga menargetkan dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) terkait BMKS dapat diundangkan.(DH)