Menteri Energi AS: Pipa minyak Arab Saudi pulih dalam hitungan hari

Rabu, 16 September 2026

image

WASHINGTON - Aliran minyak mentah melalui East-West Pipeline milik Arab Saudi diperkirakan kembali berjalan dalam hitungan hari setelah jaringan pipa tersebut ditutup sementara akibat serangan kelompok yang berafiliasi dengan Iran.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan perbaikan masih dalam tahap penilaian, tetapi ia memperkirakan penghentian operasional pipa hanya akan berlangsung beberapa hari.

"Ini masih dalam penilaian terperinci, tetapi saya pikir waktunya akan dihitung dalam hitungan hari," kata Wright kepada CNBC di sela-sela pertemuan energi G20 di Houston, Selasa (15/9).

Seperti dikutip Reuters, Wright juga mengatakan Arab Saudi sedang mengambil langkah untuk mengalihkan lebih banyak pengiriman minyak keluar dari Selat Hormuz dengan bantuan militer AS.

Sumber-sumber yang berbicara kepada Reuters memberikan perkiraan berbeda mengenai berapa lama East-West Pipeline akan berhenti beroperasi.

Salah satu sumber mengatakan kerusakan tersebut dapat membutuhkan waktu hingga lima atau enam minggu untuk diperbaiki.

Sementara sumber lainnya mengatakan perbaikan dapat diselesaikan lebih cepat dan pipa kemungkinan kembali mengalirkan sebagian minyak meskipun proses perbaikan masih berlangsung.

East-West Pipeline membentang sekitar 1.200 kilometer melintasi Semenanjung Arab dan selama enam bulan terakhir menjadi jalur utama bagi pasokan minyak Timur Tengah ke pasar global.

Pipa tersebut menjadi semakin penting setelah Selat Hormuz, jalur strategis yang berada di antara Iran dan Oman, sebagian besar tertutup akibat perang Iran.

Sebelum mengalami gangguan, East-West Pipeline mengalirkan sekitar 4 juta hingga 5 juta barel minyak per hari.

Volume tersebut setara dengan sekitar 4%-5% pasokan minyak global.

Keberadaan pipa tersebut selama ini membantu Arab Saudi mengurangi dampak gangguan yang telah melumpuhkan pengiriman minyak dan gas dari sejumlah negara eksportir di kawasan Teluk.

Di tengah gangguan tersebut, Washington sejauh ini menolak permintaan Arab Saudi untuk memberikan intervensi militer langsung di luar dukungan intelijen, menurut tiga sumber yang dikutip Reuters.

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan mengatakan dirinya telah berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Trump juga mengatakan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran, yang telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi dari Yaman, telah menghubungi Washington dan meminta AS tidak terlibat dalam konflik.

Gangguan terhadap East-West Pipeline menambah tekanan terhadap jalur pasokan energi global, sekaligus memperlihatkan pentingnya alternatif pengiriman minyak ketika akses melalui Selat Hormuz terganggu.

Jika aliran melalui pipa dapat kembali normal dalam beberapa hari seperti perkiraan Wright, sebagian tekanan terhadap ekspor minyak Arab Saudi dapat berkurang.

Namun, durasi sebenarnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan kerusakan dan perkembangan proses perbaikan. (DK)