Trump: AS punya pengaman AI, redam seruan regulasi industri global

Rabu, 16 September 2026

image

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (14/9) mengatakan AS telah memiliki mekanisme pengaman (guardrails) untuk mengatur dan menindak perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang melakukan pelanggaran.

Pernyataan tersebut muncul ketika kekhawatiran mengenai penyalahgunaan AI dan potensi dampaknya terhadap manusia semakin meningkat, mengutip dari Reuters.

Trump tampak meremehkan kekhawatiran yang disampaikan sejumlah pemimpin industri teknologi mengenai risiko AI.

Dalam unggahan di Truth Social, ia mengatakan bahwa satu-satunya pengendalian yang dibutuhkan AI adalah presiden yang kuat dan cerdas.

Trump juga memperingatkan bahwa keraguan terhadap pengembangan AI di AS dapat menguntungkan China.

Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Washington pekan depan.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa AS dan China merencanakan pertemuan terpisah pada pertengahan September untuk membahas risiko AI.

Pertemuan tersebut akan dipimpin pejabat pemerintah dari kedua negara.

Kekhawatiran publik mengenai potensi bahaya AI meningkat setelah peneliti Anthropic, Jacob Coxon, mengatakan pekan lalu bahwa ia mengundurkan diri, antara lain karena para pembangun teknologi AI benar-benar percaya teknologi tersebut dapat menimbulkan risiko ekstrem dalam beberapa tahun mendatang.

Saham perusahaan yang berkaitan dengan AI juga turun di berbagai pasar pada Senin setelah sejumlah pemimpin perusahaan teknologi terbesar menyerukan agar pengembangan teknologi tersebut diperlambat.

Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan Trump diperkirakan bertemu dengan para eksekutif perusahaan AI pada pekan ini atau awal pekan depan.

Pertemuan tersebut akan membahas tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keamanan serta kemungkinan peran pemerintah dalam mengatur industri.

Wakil Presiden AS JD Vance secara terpisah mengatakan dirinya skeptis terhadap para eksekutif AI yang meminta pemerintah mengatur industri tersebut.

Trump sendiri menyebut seruan regulasi dari industri AI sebagai sebuah "hoaks".

CEO Anthropic Dario Amodei dalam sebuah esai yang diterbitkan Sabtu menyerukan agar pemerintah AS membuat regulasi yang mewajibkan audit independen terhadap model AI paling canggih, yang dikenal sebagai frontier models.

Reuters juga melaporkan pada Senin bahwa tiga senator AS tengah mengerjakan rancangan undang-undang yang akan mewajibkan perusahaan AI menunjukkan bahwa mereka telah mengambil langkah pencegahan yang wajar untuk memastikan teknologi mereka tidak menimbulkan kerugian.

Rincian rancangan tersebut masih dalam pembahasan.

Dalam esainya, Amodei mengusulkan kerangka tiga tahap yang menurutnya dapat memperlambat laju pengembangan AI dan memberikan lebih banyak waktu untuk mengelola risikonya.

Usulan tersebut kemudian mendapat dukungan dari sejumlah eksekutif perusahaan AI besar lainnya, termasuk Elon Musk, yang memimpin xAI, dan CEO OpenAI Sam Altman.

Senator Mark Warner dari Virginia, yang berperan dalam penyusunan legislasi teknologi, juga telah berbicara dengan Amodei dan Altman mengenai kekhawatiran keselamatan AI pada akhir pekan, menurut juru bicaranya.

CEO Nvidia Jensen Huang membahas persoalan keselamatan AI dalam All-In Summit di Los Angeles pada Senin.

Menurut Huang, perusahaan teknologi dapat secara sukarela memperlambat atau mengatur laju pengembangan AI apabila mereka merasa perkembangan teknologi di perusahaan masing-masing sudah tidak terkendali.

Dalam acara tersebut, Huang menerima telepon dari Trump dan mengaktifkan pengeras suara sehingga percakapan dapat didengar oleh para peserta.

Dalam percakapan sekitar lima menit itu, Trump mengatakan pusat data dapat membuat masyarakat dan negara menjadi lebih kaya.

Ia bahkan menyebut pusat data sebagai "minyak" untuk 20 hingga 25 tahun mendatang.

Trump juga mengatakan para pengkritik pengembangan AI dapat membantu pihak-pihak yang tidak ingin teknologi tersebut berkembang, termasuk China.

Trump sejauh ini tetap mendukung perkembangan AI dan perusahaan teknologi selama masa jabatan keduanya.

Ia mengatakan mekanisme pengamanan yang dimiliki pemerintahannya telah digunakan terhadap perusahaan Anthropic, meskipun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Trump juga menuduh Anthropic dan CEO-nya, Amodei, bertindak seolah-olah tidak memiliki masalah, sembari mengatakan pemerintah akan terus mengambil tindakan terhadap aktivitas yang dianggap berpotensi merugikan.

Pemerintahan Trump saat ini berselisih dengan Anthropic terkait penggunaan AI untuk kepentingan keselamatan dan operasi militer.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memblokir Anthropic dari sejumlah kontrak militer setelah perusahaan tersebut menolak mengizinkan pemerintah AS menggunakan model AI Claude untuk pengawasan domestik atau senjata otonom.

Anthropic kemudian menggugat pemerintah di pengadilan California. Dalam salah satu perkara tersebut, seorang hakim AS pada 27 Agustus memutuskan mendukung Anthropic.

Perselisihan tersebut berlangsung di tengah perdebatan yang lebih luas mengenai sejauh mana pemerintah perlu mengatur pengembangan AI, khususnya teknologi AI paling canggih, serta bagaimana menyeimbangkan inovasi, kepentingan ekonomi, dan keselamatan publik. (DK)