MNC dan Astra mulai garap proyek batu bara, bidik produksi 3 juta MT
Kamis, 08 Januari 2026

JAKARTA – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui anak usahanya, PT Arthaco Prima Energy (APE), telah memulai kontrak kontrak pertambangan dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP) pada Rabu (7/1) kemarin.
Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan kontrak yang digarap bersama anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) itu, dalam rangka memperkuat produksi dan operasi perseroan di wilayah Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.
“Momentung 1st Digging Ceremony hari ini menegaskan komitmen IATA bersama KPP Mining untuk merealisasikan target produksi yang ambisius,” kata Suryo, dalam keterangan yang disampaikan hari ini.
Sebelumnya, APE dan KKP telah menandatangani perjanjian kontraktor tambang pada akhir Desember 2025. Nilai kontrak tambang yang disepakati oleh kedua perusahaan yaitu Rp5 triliun, yang akan berlangsung selama 5 tahun sejak Januari 2026.
Pada tahap awal, IATA menargetkan volume produksi dalam kontrak ini bisa mencapai target 3 metrik ton (MT) hingga akhir 2026. Sementara target per tahun berikutnya diperkirakan mencapai 7 juta MT.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com, KKP bertindak sebagai pihak yang mengani pekerjaan kontraktor jasa tambang dan pengupasan lapisan penutup tanah (overburden removal).
Hingga akhir periode kontrak, IATA menargetkan total produksi batu bara dari proyek ini mencapai 33,6 juta MT dan volume overburden removal mencapai 140,9 juta bank cubic metre (BCM). (KR)