UBS: Kuartal I emas bisa tembus US$5.000
Kamis, 08 Januari 2026

JAKARTA - Harga emas diperkirakan akan menembus US$5.000 per tori ons pada akhir kuartal I 2026, seiring berlanjutnya reli komoditas global.Proyeksi ini disampaikan Dominic Schnider, Head of Commodities & APAC Forex CIO di UBS Wealth Management, yang menilai kombinasi faktor makro dan geopolitik akan terus menopang kenaikan harga.Menurut Schnider, pembelian agresif oleh bank sentral, defisit fiskal yang membengkak, penurunan suku bunga riil AS, serta risiko geopolitik yang berkepanjangan menjadi pendorong utama reli emas.Seperti dikutip kitco.com, Ia menegaskan bahwa komoditas secara umum akan memainkan peran yang semakin penting dalam portofolio investasi pada 2026.“Komoditas berpotensi memberikan imbal hasil menarik, didukung ketidakseimbangan pasokan-permintaan, meningkatnya risiko geopolitik, dan tren jangka panjang seperti transisi energi global,” tulis Schnider.Di dalam kelas aset tersebut, UBS melihat peluang khusus pada tembaga, aluminium, dan sektor pertanian, sementara emas tetap menjadi instrumen diversifikasi yang bernilai.Ia menambahkan bahwa keterbatasan pasokan dan permintaan yang terus meningkat diperkirakan akan menopang harga banyak komoditas sepanjang 2026.Tembaga dan aluminium, khususnya, diproyeksikan menghadapi kekurangan pasokan lebih lanjut akibat meningkatnya kebutuhan untuk elektrifikasi dan energi bersih.Untuk minyak mentah, UBS memperkirakan harga akan mulai pulih pada paruh kedua tahun ini.Surplus pasokan saat ini diperkirakan menyusut seiring pertumbuhan permintaan yang solid, melambatnya pasokan non-OPEC+, serta terbatasnya kapasitas cadangan OPEC+.Sementara itu, reli emas dinilai masih jauh dari selesai.Schnider menyebut emas akan terus menguat tahun ini, didorong oleh pembelian bank sentral, tekanan fiskal global, suku bunga riil AS yang lebih rendah, serta ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi pasar.Ia juga menekankan bahwa komoditas memiliki peran strategis dalam portofolio investor, meski tetap rentan terhadap volatilitas jangka pendek.
UBS umumnya merekomendasikan alokasi hingga 5% pada indeks komoditas terdiversifikasi saat prospek pasar mendukung, terutama untuk perlindungan terhadap inflasi dan guncangan geopolitik.Harga emas spot sempat melonjak tajam setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.Logam mulia tersebut kemudian melanjutkan penguatan dan diperdagangkan hingga US$4.491,20 pada Selasa.Dalam proyeksi terbarunya, UBS memperkirakan harga emas akan naik ke US$5.000 per troi ons pada Maret 2026, bertahan hingga September, lalu sedikit melemah menuju US$4.800 per troi ons pada akhir 2026. Jika risiko politik atau keuangan meningkat, terutama terkait pemilu paruh waktu AS, harga emas bahkan berpotensi melonjak hingga US$5.400 per ons, menurut para analis UBS. (DK)