DSSR gandeng EDC dari Filipina di proyek pembangkit panas bumi 440 MW

Kamis, 28 Agustus 2025

image

JAKARTA - PT DSSR Daya Mas Sakti (DSSR), entitas afiliasi dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan bagian dari Grup Sinar Mas, menandatangani kerja sama strategis dengan Energy Development Corporation (EDC) dari Filipina.

Kerja sama itu ditandatangani oleh DSSR dan PT FirstGen Geothermal Indonesia yang merupakan anak usaha EDC.

Kedua perusahaan sepakat mengembangkan dan mengelola potensi panas bumi, dengan kapasitas gabungan sekitar 440 megawatt di enam wilayah strategis termasuk Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah.

DSSR dan FristGen Geothermal memulai kerja sama itu setelah melihat potensi 40% cadangan panas bumi dunia yang berada di Indonesia. Potensi ini setara 24 gigawatt tenaga listrik, namun potensi yang telah dimanfaatkan hanya sekitar 10%.

Melalui kerja sama ini, DSSR dan FirstGen Geothermal akan mempercepat pemanfaatan potensi panas bumi itu untuk mendukung agenda transisi energi nasional.

“Kesepakatan ini bukan sekadar investasi, melainkan sebuah kolaborasi strategis bersama EDC untuk menghadirkan pengetahuan serta pengalaman kelas dunia dari EDC dalam pengembangan panas bumi di Indonesia,” ujar Lokita Prasetya, Direktur Utama DSSR sekaligus Wakil Presiden Direktur DSSA dikutip dari keterbukaan informasi, pada Rabu (27/8).

“Tujuan kami adalah memperkuat kapasitas nasional dan memanfaatkan potensi energi panas bumi untuk menghadirkan energi bersih. Bersama EDC, kami ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Francis Giles B. Puno, Wakil Ketua dan CEO EDC sekaligus Presiden & COO First Gen, menegaskan EDC telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam memanfaatkan energi panas bumi di Filipina.

Kolaborasi ini membuat EDC bangga dapat berbagi pengalaman ini ke Indonesia, melalui kemitraan dengan DSSR.

Lewat ventura bersama yang didirikan, kedua perusahaan ini tidak hanya akan mengembangkan potensi tenaga listrik dari panas bumi. Tetapi juga  juga membangun dan mentransfer pengetahuan yang berdampak jangka panjang, bagi sektor energi terbarukan Indonesia.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperluas porsi energi terbarukan dan mencapai target emisi nol bersih pada 2060. (DH/KR)