Irak nasionalisasi operasi ladang minyak West Qurna 2 milik Rusia

Kamis, 08 Januari 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Irak memutuskan untuk menasionalisasi operasi ladang minyak West Qurna 2, salah satu ladang minyak terbesar di dunia.Keputusan tersebut disetujui kabinet Irak dan dilakukan sesuai ketentuan kontrak layanan yang sebelumnya ditandatangani dengan perusahaan energi Rusia, Lukoil, demikian pernyataan resmi pemerintah pada Rabu.Seperti dikutip reuters.com, selain itu, kabinet Irak menyepakati langkah untuk mencari persetujuan pembiayaan operasi melalui rekening ladang minyak Majnoon.Rekening ini akan diperkuat oleh pendapatan dari pengapalan minyak mentah yang dijual oleh perusahaan pemasaran minyak negara, SOMO.Perusahaan milik negara, Basra Oil Company, akan bertanggung jawab atas pembayaran gaji tenaga kerja lokal, biaya operasional, serta pembayaran kepada para subkontraktor.Seluruh kebutuhan tersebut akan dibiayai melalui rekening yang terhubung dengan ladang minyak Majnoon guna memperlancar proses transisi, ujar seorang pejabat pengelola minyak Irak di West Qurna 2.Produksi minyak di ladang West Qurna 2 sejauh ini tetap stabil, berada di kisaran 465.000 hingga 480.000 barel per hari, menurut pejabat tersebut.Kementerian Perminyakan Irak memutuskan untuk mengambil alih operasi ladang itu guna mencegah potensi gangguan produksi.Gangguan dikhawatirkan muncul akibat sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Lukoil, kata seorang pejabat kementerian yang mengetahui langsung operasi West Qurna 2.Pada November lalu, Lukoil menyatakan keadaan kahar (force majeure) di West Qurna 2 setelah perusahaan tersebut, bersama Rosneft, terkena sanksi sebagai bagian dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina.Sanksi tersebut menarik minat sekitar selusin investor yang mengajukan penawaran, termasuk perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat seperti Exxon Mobil dan Chevron, serta perusahaan ekuitas swasta Carlyle, menurut sejumlah sumber.Sebelum keputusan nasionalisasi, Lukoil memegang 75% saham operasional di West Qurna 2, yang merupakan aset asing terbesar perusahaan itu.Ladang minyak ini menyumbang sekitar 0,5% pasokan minyak global dan sekitar 9% dari total produksi minyak Irak, negara anggota OPEC terbesar kedua setelah Arab Saudi. (DK)