BBTN tawarkan obligasi sosial Rp2 triliun, untuk apa?
Kamis, 17 September 2026
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I BBTN Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2 triliun.
Berdasarkan prospektus perseroan, penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN dengan target dana Rp10 triliun. Sebelumnya, BTN telah menerbitkan tahap pertama pada 2025 dengan nilai Rp300 miliar.
Dalam penerbitan tahap II, perseroan menawarkan dua seri obligasi. Seri A memiliki nilai pokok Rp950 miliar dengan kupon tetap 7,05% per tahun dan tenor 370 hari.
Sementara itu, Seri B memiliki nilai pokok Rp1,05 triliun dengan kupon tetap 7,25% per tahun dan tenor tiga tahun. Bunga kedua seri dibayarkan setiap tiga bulan.
Masa penawaran umum berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Perseroan menjadwalkan penjatahan pada 2 Oktober, distribusi elektronik pada 6 Oktober, dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026.
Pembayaran bunga pertama untuk kedua seri akan dilakukan pada 6 Januari 2027. Seri A jatuh tempo pada 16 Oktober 2027, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 6 Oktober 2029.
Dana untuk Pembiayaan SosialPerseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, untuk membiayai atau membiayai kembali proyek sosial yang memenuhi kriteria.
Proyek tersebut mencakup penyediaan infrastruktur dasar yang terjangkau, perumahan terjangkau, penciptaan lapangan kerja, serta program pencegahan dan pengurangan pengangguran. Dana juga dapat digunakan untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah serta pembiayaan mikro.
Perseroan menargetkan 80%-100% dana emisi dialokasikan untuk pembiayaan baru, sedangkan porsi refinancing dibatasi maksimal 20%. Perseroan menargetkan seluruh dana dapat dialokasikan dalam waktu dua tahun sejak penerbitan.
Perseroan juga akan menempatkan dana hasil emisi dalam rekening khusus sebelum dialokasikan ke proyek sosial yang memenuhi syarat. Perseroan wajib melaporkan realisasi penggunaan dana secara berkala kepada wali amanat dengan tembusan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga seluruh dana terealisasi.
Pefindo Beri Peringkat idAAADari sisi pemeringkatan, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027.
Dari sisi kinerja, perseroan membukukan laba tahun berjalan Rp2,4 triliun pada semester I-2026, naik 40,78% dibandingkan Rp1,71 triliun pada periode yang sama 2025. Total aset perseroan mencapai Rp545,16 triliun per 30 Juni 2026, tumbuh 12,45% secara tahunan.
Pada periode yang sama, kredit yang diberikan BTN setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai mencapai Rp344,71 triliun, sedangkan pembiayaan/piutang syariah mencapai Rp58,21 triliun. (DH)