Bank Dunia tunjuk peraih Nobel Michael Kremer jadi kepala ekonom baru

Kamis, 17 September 2026

image

WASHINGTON – Bank Dunia menunjuk ekonom peraih Nobel Michael Kremer sebagai Chief Economist atau Kepala Ekonom baru, menggantikan Indermit Gill yang pensiun pada bulan lalu.

Kremer, 61 tahun, merupakan profesor di University of Chicago dan meraih Nobel Ekonomi 2019 bersama Esther Duflo dan Abhijit Banerjee atas pendekatan eksperimental dalam upaya mengurangi kemiskinan global.

Seperti dikutip Reuters, Kremer akan mulai menjalankan tugasnya pada 1 Oktober, menjelang pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok, Thailand.

Selama kariernya, Kremer dikenal melalui penelitian yang mengembangkan solusi untuk berbagai persoalan pembangunan, termasuk pendidikan, kesehatan, air, pembiayaan, dan pertanian di negara berkembang.

Presiden Bank Dunia Ajay Banga mengatakan pengalaman Kremer dalam menguji dan mengembangkan solusi pembangunan menjadi salah satu alasan penunjukannya.

“Michael telah menghabiskan kariernya bukan hanya untuk mengidentifikasi apa yang berhasil dalam pembangunan, tetapi juga membuktikannya dalam skala besar—dan itulah cara berpikir yang kami butuhkan,” kata Banga.

Kremer bergabung dengan Bank Dunia ketika negara-negara berkembang menghadapi tantangan berupa kenaikan suku bunga dan harga energi.

Kondisi tersebut juga terjadi setelah bantuan pembangunan resmi atau official development assistance turun 23% pada 2025, penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat.

Kremer saat ini menjabat Direktur Development Innovation Lab di University of Chicago.

Ia sebelumnya mengajar ekonomi di Harvard University.

Dalam pernyataannya, Kremer mengatakan Bank Dunia memiliki kapasitas penelitian dan jangkauan operasional yang dapat digunakan untuk mengembangkan serta memperluas solusi bagi persoalan pembangunan.

“Kelompok Bank Dunia memiliki kapasitas penelitian yang besar untuk mengembangkan dan menguji solusi inovatif terhadap masalah pembangunan, serta jangkauan operasional untuk memperluas penerapannya dan meningkatkan kehidupan masyarakat,” kata Kremer.

Kremer merupakan ekonom pertama yang bergabung dengan Bank Dunia setelah sebelumnya menerima Nobel Ekonomi.

Joseph Stiglitz dan Paul Romer juga pernah menjabat sebagai kepala ekonom Bank Dunia, tetapi baru menerima Nobel setelah masa jabatan mereka di lembaga tersebut.

Penelitian Kremer antara lain menunjukkan bahwa pemberian obat cacing kepada anak-anak sekolah dapat mengurangi tingkat ketidakhadiran.

Program tersebut kemudian mendorong pemerintah di Afrika dan Asia Selatan memberikan sekitar 2 miliar pengobatan sejak 2014.

Ia juga terlibat dalam pengembangan Advance Market Commitments, yaitu komitmen pendanaan dari donor untuk mendorong perusahaan farmasi mengembangkan dan memproduksi obat bagi negara berpendapatan rendah.

Selain itu, Kremer turut mendirikan Development Innovation Ventures pada 2010 dan ikut mendirikan Precision Development, organisasi yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani kecil.

Pada 2019, Kremer menerima Nobel Ekonomi bersama Duflo dan Banerjee atas penggunaan eksperimen untuk mengidentifikasi kebijakan yang efektif dalam mengatasi kemiskinan. (DK)