Harga impor AS melonjak 7% pada Agustus, tertinggi sejak 2022
Kamis, 17 September 2026
WASHINGTON – Harga impor Amerika Serikat (AS) melonjak pada Agustus 2026, didorong kenaikan harga barang modal dan barang konsumsi.
Seperti dikutip Reuters, kondisi ini menunjukkan tekanan inflasi berpotensi meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada Rabu (16/9) melaporkan harga impor naik 0,7% pada Agustus setelah turun 0,3% dalam dua bulan berturut-turut.
Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 0,4%.
Secara tahunan, harga impor hingga Agustus melonjak 7%, menjadi kenaikan terbesar sejak Agustus 2022.
Pada Juli, harga impor tercatat meningkat 6,1% secara tahunan.
Kenaikan harga impor tersebut terjadi setelah pemerintah AS pekan lalu melaporkan peningkatan harga konsumen dan harga produsen pada Agustus.
Harga barang modal impor meningkat 0,9% pada Agustus setelah naik 1% pada Juli.
Harga mesin nonlistrik juga meningkat 1,2% untuk bulan kedua berturut-turut.
Lonjakan belanja terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut mendorong kenaikan harga barang modal impor.
Sementara itu, harga barang konsumsi impor di luar otomotif kembali meningkat 0,5% setelah mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut.
Harga kendaraan bermotor, suku cadang, dan mesin impor tidak berubah.
Harga bahan bakar impor turun tipis 0,1%, sekaligus menjadi penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Adapun harga pangan impor naik 0,1%.
Jika tidak memperhitungkan makanan dan bahan bakar, harga impor meningkat 0,8% pada Agustus setelah naik 0,3% pada Juli.
Inflasi inti harga impor tersebut meningkat 5,6% secara tahunan hingga Agustus.
Kenaikan inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel dengan Iran, ditambah pertumbuhan lapangan kerja nonpertanian yang lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus, diperkirakan menjadi pertimbangan Federal Reserve (The Fed) dalam keputusan suku bunga pada Rabu. (DK)