Cadangan devisa RI tertinggi 8 bulan, tembus US$156,5 miliar
Kamis, 08 Januari 2026

JAKARTA – Nilai cadangan devisa Indonesia mencapai Rp156,5 miliar tembus US$156,5 miliar pada Desember 2025, meningkat 4,26% secara bulanan atau dari periode November.
Cadangan devisa pada Desember menjadi level tertinggi dalam 8 bulan terakhir, atau sejak April 2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, mengatakan ada tiga faktor utama pendukung kenaikan cadangan devisa pada Desember.
Ketiganya adalah penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan utang pemerintah.
“Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” jelas Ramdan, dalam keterangan yang disampaikan hari ini.
Sebagai catatan, saat ini standar kecukupan internasional untuk cadangan devisa suatu negara, harus mampu membiayai kebutuhan impor selama 3 bulan.
Dengan capaian tersebut, kata Ramdan, BI optimis posisi cadangan devisa bisa mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi.
“Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut,” jelas Ramdan.
Menurut data IDNFinancials.com, cadangan devisa Indonesia menunjukkan tren penurunan signifikan pada kuartal kedua dan ketiga 2025. Posisi cadangan devisa sempat berada di titik terendahnya pada September 2025, yang mencapai US$149 miliar. (KR)