INET masuk bisnis kabel bawah laut usai kuasai 60% SGI

Kamis, 17 September 2026

image

JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Sarana Global Indonesia (SGI) setelah menyelesaikan penyertaan modal senilai Rp280,4 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Kamis (17/9), transaksi tersebut dilakukan melalui pengambilan bagian atas 180.000 saham baru SGI pada 15 September 2026.

Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp18 miliar dan mewakili 60% dari modal ditempatkan dan disetor SGI.

Melalui transaksi ini, SGI meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp12 miliar menjadi Rp30 miliar.

Adapun selisih antara nilai nominal saham baru sebesar Rp18 miliar dan nilai transaksi Rp280,4 miliar dicatat sebagai agio saham.

“Penyelesaian penyertaan modal Perseroan pada SGI melalui pengambilan bagian atas saham baru, yang mengakibatkan Perseroan memiliki 60,00% saham SGI dan SGI menjadi Entitas Anak Perseroan,” tulis manajemen.

Setelah transaksi, kepemilikan Chandra Arie Setiawan di SGI turun menjadi 39,9997% dari sebelumnya 99,9992%. Sementara Bayu Erriano Affia mempertahankan 1 saham atau 0,0003%.

Perluas Bisnis Kabel Bawah Laut

Berdasarkan anggaran dasarnya, SGI memiliki kegiatan usaha di bidang konstruksi sentral telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi dengan kabel, pemasangan jaringan listrik, konstruksi bangunan sipil minyak dan gas bumi, serta jasa akses internet.

Dengan demikian, masuknya INET sebagai pengendali SGI akan memperluas cakupan bisnis ke bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik.

Manajemen menyatakan transaksi tersebut tidak masuk kategori transaksi material berdasarkan POJK No. 17/2020. Nilai transaksi setara 7,35% dari ekuitas INET berdasarkan laporan keuangan auditan per 30 Juni 2026.

Sebelum transaksi, SGI juga bukan merupakan pihak terafiliasi dengan INET, sehingga transaksi tersebut tidak tergolong transaksi afiliasi. (DH/ZH)