Heeney Capital AS kelola tambang emas dan minyak Venezuela
Kamis, 17 September 2026
CARACAS - Otoritas Venezuela menandatangani kesepakatan dengan perusahaan investasi asal New York, Heeney Capital, untuk mengoperasikan dan mengekspor emas dari sebuah tambang di negara tersebut.
Pada saat yang sama, produsen minyak asal Amerika Serikat (AS), Continental Resources, menandatangani kesepakatan awal untuk menjajaki peluang bisnis di salah satu wilayah minyak terbesar Venezuela.
Seperti dikutip Reuters, kesepakatan tersebut diteken pada Rabu di Houston, di sela-sela konferensi energi G20.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong investasi AS di Venezuela, khususnya di sektor energi dan pertambangan.
Heeney Capital akan bekerja sama dengan perusahaan perdagangan komoditas Mercuria Energy untuk mengoperasikan tambang emas Choco selama 30 tahun.
Seorang juru bicara Heeney mengatakan investasi awal untuk tambang tersebut diperkirakan mencapai hingga US$1 miliar.
Tambang Choco merupakan salah satu deposit emas penting Venezuela dan menjadi bagian dari kompleks industri di El Callao, Negara Bagian Bolivar, di wilayah selatan negara tersebut.
Kesepakatan dengan Heeney merupakan perjanjian serupa dengan yang sebelumnya diberikan kepada perusahaan perdagangan komoditas Trafigura untuk mengakses emas Venezuela.
Sementara itu, eksekutif Continental Resources yang didirikan miliarder Harold Hamm menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.
Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi Continental untuk mengoperasikan dan mengembangkan wilayah Ayacucho 2 yang berada di Orinoco Belt, kawasan penghasil minyak terbesar Venezuela.
Continental mengatakan kesepakatan awal tersebut diperkirakan akan berlanjut menjadi kontrak bagi hasil produksi dalam beberapa pekan mendatang.
"Tim kami menyukai tantangan. Ketika melihat apa yang terdapat di batuan sumber dan potensi yang sangat besar, peluang ini layak diperjuangkan dengan keahlian yang kami miliki," ujar Hamm dalam konferensi pers.
CEO Continental Resources Doug Lawler mengatakan perusahaan sedang mengevaluasi sejumlah calon mitra untuk proyek yang masih berada pada tahap awal tersebut.
Proyek Ayacucho 2 akan membutuhkan studi seismik dan kegiatan eksplorasi yang signifikan pada tahap awal.
Continental berencana mempertahankan 100% kepemilikan kerja dalam proyek tersebut.
Lawler memperkirakan produksi pertama Continental dari Ayacucho 2 dapat dimulai dalam waktu sekitar 18 bulan.
Blok tersebut diperkirakan memiliki sumber daya sekitar 30 miliar barel minyak di tempat.
Masuknya perusahaan-perusahaan AS tersebut terjadi ketika Venezuela melakukan reformasi besar-besaran di sektor energi.
Produsen minyak asing di negara itu mulai beralih ke skema usaha patungan dan kontrak bagi hasil produksi.
Perusahaan-perusahaan baru, terutama dari AS, juga mulai berkomitmen pada proyek pengembangan di Venezuela seiring adanya dukungan Washington terhadap rencana rekonstruksi industri senilai US$100 miliar.
Continental sebelumnya termasuk dalam sejumlah perusahaan yang dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenai peluang investasi di Venezuela.
Hamm diketahui merupakan salah satu pendukung finansial utama Trump.
Ia menyumbang lebih dari US$2 juta kepada komite kampanye yang berafiliasi dengan Trump selama siklus pemilu 2024.
Hamm juga menjadi salah satu penggalang dana Trump dari kalangan eksekutif industri minyak dan gas serta memainkan peran informal sebagai penasihat energi Trump.
Pada hari yang sama, Denarius Holding Group yang berbasis di Florida juga mengumumkan kesepakatan selama 20 tahun untuk mengoperasikan sebuah proyek minyak di Venezuela.
Pemegang saham utama Denarius adalah perusahaan energi Turki, Can2 Termik. (DK)