Rusia serukan perjanjian cegah perlombaan senjata di luar angkasa
Kamis, 17 September 2026
JAKARTA - Rusia menilai masih ada waktu untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa dengan menyusun perjanjian internasional yang mengikat secara hukum.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyerukan agar Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain mengesampingkan keraguan terhadap gagasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ryabkov setelah AS mengakui bahwa Pentagon mengoperasikan senjata di orbit Bumi, mengutip dari Reuters.
Pengakuan tersebut disebut sebagai perkembangan penting dalam meningkatnya aktivitas militer di luar angkasa.
Kepala US Space Force Douglas Schiess sebelumnya mengatakan personel militer AS mengoperasikan senjata di orbit yang digunakan untuk melindungi pasukan gabungan dari serangan yang memanfaatkan sistem antariksa.
Dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu, Ryabkov mengatakan AS tidak memberi tahu Rusia mengenai kemampuan persenjataan baru tersebut.
Namun, menurut dia, pernyataan Washington bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi Moskow.
"Ini bukan hal baru bagi kami. Kami memantau semua ini, mencatatnya, dan menarik kesimpulan yang diperlukan," kata Ryabkov.
Ia mengatakan Rusia telah lama menyerukan perlunya perjanjian internasional yang melarang penggunaan kekuatan maupun ancaman penggunaan kekuatan terhadap objek-objek di luar angkasa.
Menurut Ryabkov, negara-negara Barat, termasuk Inggris, selama bertahun-tahun menggunakan berbagai alasan untuk menolak pembahasan mengenai perjanjian tersebut.
Ia menuduh negara-negara Barat berupaya menghindari langkah tersebut dengan menuding Rusia melakukan aktivitas yang dianggap berpotensi mengganggu stabilitas.
Meski demikian, Ryabkov menegaskan Rusia masih melihat peluang untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa.
"Kami percaya bahwa belum terlambat untuk menciptakan lingkungan yang dapat mencegah perlombaan senjata dengan risiko meningkatnya konflik terbuka di luar angkasa," ujarnya. (DK)