Saham tiga emiten tertekan masuk UMA, salah satunya milik Aguan

Kamis, 08 Januari 2026

image

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham empat emiten mulai sesi I, Kamis (8/1) imbas peningkatan harga di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Mengutip keterbukaan informasi, Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI menyampaikan pengumuman UMA dalam rangka perlindungan konsumen.

Empat emiten tersebut yakni,

  • PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA)
  • PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC)
  • PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS)
  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

Dalam pantauan perdagangan saham pukul 11.18 WIB, saham tiga emiten terdeteksi tertekan dan satu emiten bergerak positif. Adapun saham emiten yang terkoreksi yakni, OASA turun 5,83% menjadi Rp388 per lembar, INPC melemah 11,11% menjadi Rp272 per lembar, dan OPMS anjlok 14,93%, sementara saham IFSH melesat 25% menjadi Rp1.450 per lembar.

Kemarin (7/1), saham OASA terkerek Rp82 menjadi Rp412 pada penutupan perdagangan sesi II. Volume saham emiten yang dimiliki Gafur Sulistyo Umar ini,  diperdagangkan sebanyak 585,42 juta dalam 42.719 kali senilai Rp214,61 miliar.

Saham INPC, emiten yang dimiliki duet Tomy Winata dan Sugianto Kusuma,  menguat Rp60 menjadi Rp306 per saham. Volume saham diperjualbelikan 221,94 juta dalam 14.230 kali transaksi senilai Rp66,23 miliar.

Sementara itu, saham OPMS menguat Rp69 menjadi Rp268 pada penutupan sesi II, kemarin. Jumlah saham diperdagangkan 251,08 juta daaml 22.268 kali senili Rp59,67 miliar.

Sedangkan saham IFSH, emiten yang dimiliki duet Fanni Susilo dan Oei Harry Fong Jaya ini, ditutup menguat Rp230 menjadi Rp1.160 per saham. Volume perdagangan 1,09 juta dalam 1.020 kali senilai Rp1,22 miliar. (LK)