Anggaran MBG 2027 capai Rp232,5 triliun, ini alokasi BGN

Jumat, 18 September 2026

image

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan Rp232,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Anggaran tersebut ditujukan untuk menjangkau 72,46 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan total anggaran BGN pada 2027 mencapai Rp240,2 triliun. Pagu tersebut turun Rp30 triliun dari pagu indikatif awal sebesar Rp270,2 triliun setelah pemerintah melakukan efisiensi berdasarkan surat bersama Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Dari total pagu tersebut, Rp232,88 triliun atau 96,95% dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Sementara Rp7,33 triliun atau 3,05% dialokasikan untuk dukungan manajemen.

"Jadi, dari total anggaran BGN ini, 97% kira-kira hampir itu dikonversi menjadi makanan, sementara 3% adalah dukungan manajemen," kata Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis, seperti dikutip CNN Indonesia.

Dari anggaran pemenuhan gizi nasional, Rp232,50 triliun atau 99,84% dialokasikan khusus untuk MBG.

Adapun Rp373 miliar sisanya digunakan untuk kegiatan nonteknis, seperti standardisasi dan regulasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengadaan petugas penjamah makanan, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.

Anak Sekolah Jadi Sasaran Utama

BGN mengalokasikan Rp198,96 triliun untuk MBG bagi anak sekolah dengan target 60.599.777 penerima manfaat.

Kelompok penerima mencakup peserta didik PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, SLB, santri, serta sasaran lain di lingkungan pendidikan.

Rinciannya, PAUD/RA/TK dan sederajat mendapat anggaran Rp18,42 triliun untuk 6.383.018 penerima.

SD/MI dan sederajat memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp81,64 triliun untuk 24.517.310 penerima.

Selanjutnya, BGN menyiapkan Rp38,33 triliun untuk 11.509.238 penerima dari kelompok SMP/MTs dan sederajat. Sementara SMA/MA/SMK dan sederajat mendapat Rp34,69 triliun untuk 10.417.813 penerima.

Untuk SLB, anggaran mencapai Rp478,01 miliar dengan target 143.547 penerima. Kemudian santri mendapat Rp9,91 triliun untuk 2.976.055 penerima.

Adapun sasaran lain di lingkungan pendidikan memperoleh Rp15,49 triliun dengan target 4.652.796 penerima.

"Pada tahun 2027, kegiatan penyediaan dan penyaluran makan bergizi bagi anak sekolah di seluruh Indonesia ditargetkan mencapai, tadi saya sampaikan, 60,5 juta sasaran," ujar Sudaryono.

Sasar 11,86 Juta Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

Selain anak sekolah, BGN mengalokasikan MBG untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B.

Kelompok ini mendapat anggaran Rp33,54 triliun dengan target 11.865.109 penerima manfaat.

Anggaran tersebut terdiri atas Rp23,33 triliun untuk 8.083.400 balita, Rp5,81 triliun untuk 1.745.936 ibu hamil, serta Rp4,40 triliun untuk 2.035.773 ibu menyusui.

"Jadi penyediaan dan penyaluran MBG bagi 3B di seluruh Indonesia ditargetkan mencapai 11,8 juta penerima manfaat. Terdiri atas balita 8 juta, ibu hamil 1,75 juta jiwa, dan ibu menyusui 2 juta jiwa dengan alokasi anggaran Rp33,5 triliun," kata Sudaryono. (DH)