Menteri Keuangan Jerman minta UE naikkan tarif mobil hibrida China
Jumat, 18 September 2026
BERLIN - Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil pada Kamis menyerukan aturan Uni Eropa yang lebih ketat, termasuk tarif terhadap mobil hibrida plug-in impor, guna melindungi produsen seperti Volkswagen dari persaingan dengan produsen mobil China.
Klingbeil, yang juga menjabat Menteri Keuangan dan merupakan tokoh senior Partai Sosial Demokrat (SPD) dalam koalisi Kanselir Friedrich Merz, tengah menghadapi ketidakpuasan publik terkait sejumlah persoalan, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan pengurangan tenaga kerja di Volkswagen, perusahaan yang memiliki posisi sangat sensitif secara politik di Jerman.
“Saya mendukung agar kita mengambil sikap terhadap praktik perdagangan yang tidak adil dan agar Jerman menunjukkan tingkat kepercayaan diri serta ketegasan yang berbeda terhadap negara-negara yang mengancam industri kita,” kata Klingbeil kepada wartawan di depan kantor pusat Volkswagen di Wolfsburg, Lower Saxony.
Mengutip dari Reuters, tekanan politik terhadap pemerintah Jerman juga meningkat. Di negara bagian Saxony-Anhalt, partai sayap kanan Alternative für Deutschland (AfD) memenangkan pemilu pada akhir pekan lalu.
Perolehan suara AfD yang kembali menguat dalam pemilu negara bagian akhir pekan ini berpotensi menambah tekanan terhadap Merz dan pemerintahannya.
AfD berupaya memperluas dukungan di kalangan pekerja industri Jerman yang mengkhawatirkan keamanan pekerjaan.
Perlindungan Industri Otomotif
Klingbeil mengatakan Volkswagen akan terus menjalankan transformasi perusahaan setelah kesepakatan penting dengan para pemangku kepentingan mengenai pengurangan biaya dan tenaga kerja pada awal bulan ini.
“Kami menyadari bahwa ini adalah awal dari sebuah transformasi, tetapi para pekerja dapat yakin bahwa saya, dan kami, akan berdiri bersama mereka dalam solidaritas,” kata Klingbeil.
Seiring produsen mobil China memperluas kehadiran mereka di Eropa, UE sebelumnya telah memberlakukan tarif terhadap kendaraan listrik berbasis baterai buatan China.
Namun, kendaraan hibrida sejauh ini tidak termasuk dalam kebijakan tersebut.
Selain menyerukan tarif terhadap mobil hibrida plug-in buatan China, Klingbeil meminta UE memperketat aturan kandungan lokal yang menentukan persentase komponen kendaraan yang harus diproduksi secara lokal.
Pada Kamis, pimpinan dewan pekerja Volkswagen serta anak usahanya, termasuk Audi dan Porsche, bertemu dengan Klingbeil untuk membahas restrukturisasi perusahaan. Perdana Menteri Lower Saxony, yang merupakan pemegang saham terbesar kedua Volkswagen, juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Volkswagen Hadapi Restrukturisasi Besar
Restrukturisasi Volkswagen di bawah CEO Oliver Blume mencakup rencana pengurangan tambahan sekitar 50.000 pekerja serta penutupan empat pabrik mulai awal dekade berikutnya, kecuali ditemukan solusi alternatif.
Sekitar setengah dari pengurangan tenaga kerja tersebut diperkirakan terjadi di Jerman.
Langkah tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi produsen otomotif Jerman di tengah meningkatnya persaingan dari produsen China, perubahan teknologi menuju kendaraan listrik, serta kebutuhan untuk menekan biaya produksi. (DK)