Puluhan saham RI tinggalkan FTSE, IHSG turun 0,33%

Jumat, 18 September 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ketiga September 2026 di zona merah, dengan penurunan 0,33% atau 21,27 poin ke 6.441,16.

IHSG sebelumnya sempat menguat dan menyentuh level tertingginya di 6.521 di awal sesi pertama, namun terus melemah setelah Indonesia merilis realisasi APBN 2026 yang kembali mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun hingga Agustus 2026.

Mayoritas indeks sektoral terpantau melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor industri 1,64% dan properti 1,44%. Namun sektor teknologi jadi satu-satunya yang menguat, meskipun hanya 0,27%.

Nilai total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp19,25 triliun, meningkat 38,39% atau dari Rp13,91 triliun pada perdagangan Kamis.

Menurut analis Phintraco Sekuritas, sejumlah sentimen eksternal turut menekan kinerja IHSG pada perdagangan Jumat. Salah satunya terkait keputusan sejumlah bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan, termasuk Bank of Japan (BoJ) yang baru saja menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir.

Menurut data IDNFinancials.com perdagangan Jumat ini juga menjadi hari terakhir bagi puluhan saham asal Indonesia di dalam indeks FTSE Russel.

Dalam laporan Agustus 2026 kemarin, FTSE menurunkan bobot beberapa saham Indonesia dari Mid Cap ke Small Cap, serta dari Small Cap ke Micro Cap.

Selain itu, terdapat 29 saham asal Indonesia yang benar-benar dikeluarkan dari seluruh indeks FTSE Russel, sebagai bagian dari tinjauan September 2026. Perubahan ini berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 18 September 2026.

Dari kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham terpantau menguat. KOSPI memimpin dengan kenaikan 2,66% dan disusul TWSE Taiwan 1,93%.

Sedangkan PCOMP Filipina turun paling dalam 1,72%, disusul FBMKLCI Malaysia 0,55% dan IHSG 0,33%. (KR)