Outflow asing capai Rp1,79 triliun, BBCA dan BMRI top net sell
Jumat, 18 September 2026
JAKARTA – Perdagangan saham investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (18/9) terperosok masuk ke posisi net sell lagi.
Nilai perdagangan asing sempat hijau pada Kamis (17/9) dengan posisi net buy Rp152,69 miliar. Sayangnya, bursa saham hari ini ditutup dengan nilai net sell asing yang fantastis, mencapai Rp1,78 triliun.
Selain itu, total nilai perdagangan asing di pasar reguler menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan Meski nilai pembelian asing (foreign buy) naik hampir dua kali lipat dari Rp3,82 triliun menjadi Rp7,04 triliun, namun nilai penjualan asing (foreign sell) juga meroket dari Rp3,66 triliun menjadi Rp8,81 triliun.
Saham emiten perbankan BBCA tercatat dengan nilai top sell, disusul oleh BMRI dan dua BUMN lain.
Berikut adalah top 5 net sell asing di pasar reguler:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai saham dengan nilai net sell tertinggi, yaitu sebesar Rp222,05 miliar. Volume transaksinya tercatat net sell sebanyak 35,43 juta lembar.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan nilai net sell sebesar Rp108,93 miliar, dan volumenya dicatat sebagai net sell sebanyak 25,45 juta lembar.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat nilai net sell sebesar Rp94,06 miliar, dan volume net sell sebanyak 36,75 juta lembar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) diperdagangkan dengan net sell Rp88,68 miliar. Volume transaksi asingnya net sell sekitar 18,18 juta lembar.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menutup dengan nilai net sell Rp61,88 miliar. Volumenya dicatat di posisi net sell sebanyak 18,87 juta lembar.
Sementara itu, saham ANTM berada di posisi top buy, meski dengan nilai yang relatif kecil
Berikut adalah top 5 net buy asing di pasar reguler:
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) tercatat sebagai saham dengan nilai net buy tertinggi, meski sebesar Rp41,09 miliar saja. Volume transaksinya pun hanya net buy sekitar 12,49 juta lembar.
PT Astra International Tbk (ASII) membukukan nilai net buy senilai Rp22,40 miliar, dengan volume net buy sebesar 4,55 juta lembar.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diperdagangkan asing dengan nilai net buy Rp15,59 miliar, dengan volume net buy sebesar 1,27 juta lembar saja.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat dengan nilai net buy Rp12,47 miliar, dengan volume net buy sekitar 4,28 juta lembar.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menutup dengan nilai net buy sebesar Rp10,48 miliar, disertai dengan volume net buy sebanyak 19,88 juta lembar. (KD)
Ingin tahu data transaksi investor asing lebih lengkap? Klik di sini.