Ekspor produk minyak olahan China melonjak pada Agustus
Jumat, 18 September 2026
BEIJING — Ekspor produk minyak olahan China naik 12,7% secara tahunan menjadi 6,01 juta ton pada Agustus, melampaui level sebelum pecahnya perang Iran pada Februari 2026.
Ekspor bahan bakar jet atau avtur juga mencapai rekor bulanan tertinggi pada Agustus .
Seperti dikutip Reuters, data bea cukai China menunjukkan kenaikan ekspor tersebut terjadi di tengah perang dengan Iran. China merupakan salah satu eksportir utama produk minyak olahan di Asia.
China membatasi ekspor sejumlah produk minyak olahan, termasuk diesel, bensin, dan avtur, sejak pertengahan Maret untuk menjaga pasokan domestik di tengah risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Namun, Beijing mulai melonggarkan pembatasan tersebut pada pertengahan Juli.
China juga diperkirakan kembali melonggarkan kontrol ekspor pada September sehingga dapat memanfaatkan margin yang lebih tinggi di pasar luar negeri.
Total ekspor produk minyak olahan yang mencakup diesel, bensin, avtur, dan bahan bakar kapal mencapai 6,01 juta ton pada Agustus.
Namun, secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor produk minyak olahan China mencapai 34,24 juta ton, turun 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor avtur melonjak 41,4% secara tahunan menjadi 2,55 juta ton pada Agustus. Angka tersebut menjadi rekor bulanan tertinggi.
Dalam delapan bulan pertama tahun ini, ekspor avtur tercatat 11,76 juta ton, turun 14,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor diesel naik 42,1% secara tahunan menjadi 1,33 juta ton pada Agustus. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Maret 2024.
Sepanjang Januari-Agustus, ekspor diesel mencapai 4,84 juta ton, naik 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, ekspor bensin mencapai 700.000 ton pada Agustus, turun 17,5% secara tahunan. Namun, angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Oktober tahun lalu.
Dalam delapan bulan pertama, China mengekspor 2,42 juta ton bensin, turun 57,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data bea cukai juga menunjukkan impor gas alam cair (LNG) China turun 17,8% secara tahunan menjadi 5,16 juta ton pada Agustus.
Secara kumulatif, impor LNG China mencapai 38,86 juta ton sepanjang Januari-Agustus, turun 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (ARF)