Besok BEI akan cabut suspensi saham tujuh emiten
Kamis, 08 Januari 2026

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka suspensi transaksi saham tujuh emiten mulai perdagangan sesi I, Jumat (9/1). Hal itu disampaikan Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi (BEI) dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (8/1).
Dari data BEI yang dihimpun, tujuh emiten tersebut yakni;
Kebijakan suspensi transaksi saham atas sejumlah emiten tersebut disebabkan kenaikan dan penurunan harga secara akumulasi yang signifikan. Langkah tersebut diambil BEI agar investor memiliki waktu yang cukup sebelum mengambil keputusan investasi.
Sehari sebelum disuspensi (7/1), saham GRPM, emiten milik duet Rudy Susanto Wijaya Kaswan dan Agus Susanto ini, ditutup menguat Rp11 menjadi Rp122 per lembar. Volume perdagangan 9,73 juta dalam 802 kali senilai Rp1,17 miliar.
Sejak sepekan saham emiten ini menanjak 32,61% atau Rp30 per saham dan dalam sebulan melesat 96,77% atau Rp60.
Saham INPS menguat Rp28 menjadi Rp308 per saham pada penutupan perdagangan (19/12). Volume transaksi 3,12 juta dalm 152 kali senilai Rp961,69 juta.
Saham BBSS, emiten milik Keluarga Soesanto ini, ditutup merosot Rp8 menjadi Rp406 per saham. Volume jual beli 32.400 lembar dalam 38 kali senilai Rp13,19 juta.
Saham RMKO, milik Tony Saputra ini, naik Rp12 menjadi Rp328 pada penutupan transaksi (24/12). Jumlah saham diperjualbelikan 21,55 juta dalam 3.714 kali senilai Rp7,14 miliar.
Saham SIPD, milik Angkosubroto bersaudara ini, merosot Rp120 menjadi Rp1.125 pada penutupan (30/12). Volume perdagangan 8.700 lembar dalam 15 kali transaksi senilai Rp10,31 juta.
Dalam sepekan dan sebulan sahamnya terkerek masing-masing 29,76% atau Rp305 dan 63,19% atau Rp515 menjadi Rp1.330 per lembar.
Saham UNSP, emiten milik Keluarga Bakrie ini, terkerek Rp16 menjadi Rp436 per lembar pada penutupan perdagangan (22/12). Volume transaksi 3,97 juta saham dalam 258 kali senilai Rp1,73 miliar.
Sementara itu, saham BIPI naik Rp13 menjadi Rp180 pada penutupan transaksi (7/1). Volume jual beli 5,24 miliar lembar dalam 145.064 kali senilai Rp920,56 miliar.
Dalam sepekan dan sebulan harga saham emiten milik Konsorsium Halim Jusuf ini masing-masing melejit 109,30% atau Rp94 dan 100% atau Rp90 menjadi Rp180 per saham. (LK)