Andrew Bailey: Kondisi ekonomi saat ini masih terlalu sulit diprediksi
Sabtu, 19 September 2026
LONDON — Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey meredam ekspektasi pasar yang memperkirakan hampir empat kali kenaikan suku bunga Inggris dalam setahun ke depan.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini masih terlalu sulit diprediksi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah BoE pada Kamis (17/9) mempertahankan suku bunga, sembari memperingatkan meningkatnya tekanan inflasi.
"Kami banyak berdiskusi kali ini, tetapi kami tidak membahas kemungkinan menaikkan suku bunga empat kali," kata Bailey kepada wartawan setelah keputusan tersebut, mengutip dari Reuters.
Bailey mengakui pasar perlu membentuk ekspektasinya sendiri mengenai arah suku bunga.
Namun, ia menilai situasi ekonomi saat ini masih terlalu tidak pasti untuk menarik kesimpulan mengenai jalur kebijakan moneter ke depan.
Bailey sebelumnya juga beberapa kali mengomentari ekspektasi pasar.
Pada April, ia mengatakan pasar terlalu cepat memperkirakan sejumlah kenaikan suku bunga. Pada Juli, Bailey juga menegaskan bahwa kenaikan suku bunga pada akhir tahun masih jauh dari kepastian.
Di tengah perkembangan tersebut, BoE pada Kamis mengumumkan rencana baru untuk mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah Inggris (gilts).
Bank sentral akan menghentikan penjualan aktif obligasi jangka panjang dan menangguhkan penjualan aktif selama enam bulan ke depan.
Bailey menegaskan keputusan tersebut tidak dipicu oleh gejolak terbaru di pasar obligasi Inggris.
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 30 tahun bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak 1998 pada pekan ini.
"Kami telah merencanakan langkah ini jauh sebelum konflik pecah di Timur Tengah, jadi ini sama sekali bukan reaksi terhadap kondisi pasar," ujar Bailey. (DK)