Rusia sita aset Nestle dan tiga perusahaan asal Prancis
Sabtu, 19 September 2026
WARSAW — Pemerintah Rusia menyita bisnis dan aset perusahaan makanan asal Swiss, Nestle, serta tiga perusahaan Prancis.
Kremlin pada Jumat (18/9) membela langkah tersebut sebagai tindakan yang dibenarkan terhadap perusahaan dari negara yang dianggap tidak bersahabat dan mendukung Ukraina.
Seperti dikutip CNA, Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menandatangani dekret yang mengalihkan operasi Nestle di Rusia, jaringan ritel Prancis Auchan, serta bekas jaringan toko perlengkapan rumah, Leroy Merlin, yang kini bernama Lemana Pro, kepada perusahaan bernama LEV Management.
Dekret yang diterbitkan pada Kamis (17/9) malam itu juga mencakup anak usaha grup logistik Prancis, FM Logistic.
Media investigasi Novaya Gazeta Europe melaporkan LEV Management baru didirikan pada akhir 2025 dan dipimpin seorang jenderal dari Kementerian Dalam Negeri Rusia.
Perusahaan tersebut sebelumnya tidak memiliki aktivitas bisnis yang dipublikasikan ke publik.
Langkah tersebut menjadi bagian terbaru dari tindakan Rusia terhadap perusahaan-perusahaan Barat sebagai respons atas serangkaian sanksi yang dijatuhkan menyusul perang di Ukraina yang kini memasuki tahun kelima.
Sebagian besar perusahaan Barat memilih menjual bisnis dan aset mereka di Rusia setelah invasi Ukraina. Sebagian lainnya memisahkan bisnis Rusia dari operasi global karena sanksi membuat perdagangan berbagai barang menjadi semakin sulit.
Sejak itu, Rusia memperketat aturan bagi perusahaan yang ingin keluar dari negaranya.
Pemberhentian operasi tersebut memerlukan persetujuan presiden atau aset perusahaan dapat disita secara paksa.
Dampak Keuangan
Dalam pernyataan singkat, Nestle mengatakan pihaknya berkomitmen mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak perusahaan dan memastikan kelangsungan operasional bisnis demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan, terutama karyawan.
“Perusahaan sedang meninjau situasi dan berbagai solusi yang dapat diambil terkait permasalahan tersebut,” kata Nestle, tanpa merinci sisa operasi yang masih dimilikinya di Rusia.
Jean-Philippe Bertschy dari bank investasi Swiss Vontobel memperkirakan dampak keuangan terhadap Nestle akan kecil karena kontribusi Rusia terhadap penjualan grup tersebut terbatas.
Menurutnya, Rusia kini menyumbang sedikit lebih dari 1% penjualan Nestle, turun dari sekitar 2% sebelum perang Ukraina.
Nestle telah menghentikan sebagian besar penjualan, impor secara besar-besaran, kegiatan iklan, dan investasi modal di Rusia.
Meski perusahaan tersebut tetap tetap memasok produk makanan yang masih dicari oleh konsumen.
Auchan dan Leroy Merlin sama-sama dikendalikan oleh keluarga Mulliez asal Prancis.
Anak usaha Auchan di Rusia pada Jumat (18/9) mengatakan telah meminta penjelasan kepada pihak berwenang terkait dekret Putin.
Grup ritel makanan dan barang konsumsi tersebut menjadi salah satu peritel utama di Rusia.
Berdasarkan situs webnya, Auchan memiliki 241 toko di negara tersebut, termasuk 62 hipermarket, serta mempekerjakan lebih dari 33.000 orang.
“Setelah kami menerima seluruh informasi, kami akan memberikan keterangan secara rinci,” kata Auchan Retail Russia dalam pernyataan kepada kantor berita Rusia.
Penyitaan terbaru ini mengingatkan pada serangkaian pengambilalihan aset secara paksa yang sebelumnya sudah pernah terjadi.
Salah satunya terjadi pada 2023 ketika Moskow mengambil alih bisnis Danone di Rusia, yang kemudian dijual kepada keponakan pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. (ARF)