IHSG melemah 1,43% pada pekan ketiga September, BBCA jadi penekan

Sabtu, 19 September 2026

image

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan kedua September 2026 dengan melemah 1,43% ke level 6.541,38.

Sejumlah saham menjadi penopang indeks di tengah tekanan pasar. Dari sektor barang baku, infrastruktur, dan industri, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat kenaikan 10,71% dan menjadi penggerak utama IHSG dengan kontribusi 13,80 basis poin.

Penguatan juga terjadi pada PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang melonjak 17,29% dan memberikan tambahan 10,87 poin. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menguat 10,93% dengan kontribusi 8,55 poin, sedangkan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melesat 14,87% dan menyumbang 8,82 poin.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turut menopang IHSG, masing-masing dengan kontribusi positif 4,03 poin dan 4,00 poin.

Namun, penguatan sejumlah saham tersebut belum mampu menahan tekanan dari saham perbankan dan energi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar IHSG setelah sahamnya turun 5,60% dan memberikan kontribusi negatif 22,09 poin. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyusul dengan penurunan 13,51% dan menekan indeks sebesar 23,63 poin.

Tekanan berikutnya datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang masing-masing memberikan kontribusi negatif sekitar 4,86 hingga 17,51 poin.

Di kawasan Asia Tenggara, IHSG yang melemah 1,43% sejalan dengan mayoritas bursa utama regional. Thailand menjadi salah satu pasar yang mencatat penguatan dengan kenaikan 0,58%.

Sementara itu, Malaysia melemah 1,25%, Filipina turun 0,47%, Vietnam terkoreksi 1,22%, dan Singapura menjadi salah satu yang mengalami penurunan lebih dalam dengan melemah 1,83%. (DK)