Indonesia-Kanada jajaki kerja sama mineral kritis dan energi nuklir
Sabtu, 19 September 2026
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Rabu (16/9) untuk membahas investasi di sektor mineral kritis serta menjajaki kerja sama energi nuklir.
Airlangga bertemu Carney saat menghadiri Canada Investment Summit di Toronto.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari percakapan telepon kedua pemimpin pada Juni lalu, ketika keduanya membahas upaya memperluas hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kanada.
“Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor yang menjadi prioritas kedua negara,” kata Airlangga dalam keterangan yang dikutip di Jakarta pada Kamis (17/9).
Airlangga menyambut penyelenggaraan perdana Canada Investment Summit sebagai bukti komitmen kuat Kanada terhadap investasi global.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga membahas potensi investasi Kanada di sektor kalium untuk mendukung produksi pupuk Indonesia.
Kedua pihak juga membahas potensi kerja sama di sektor minyak dan gas serta tindak lanjut kerja sama mineral kritis dalam kerangka Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Airlangga mengatakan pembangunan rantai pasok mineral kritis yang aman dan berkelanjutan akan memberikan manfaat bagi kedua negara, mengingat besarnya potensi dan produktivitas Indonesia maupun Kanada di sektor tersebut.
Terkait kerja sama energi, Airlangga menyampaikan minat Indonesia untuk bekerja sama dengan Kanada dalam memperkuat kapasitas energi nuklir sebagai bagian dari agenda ketahanan energi nasional, khususnya melalui pengembangan reaktor modular kecil atau small modular reactors (SMR).
Dia juga menyambut ratifikasi ICA-CEPA oleh kedua negara dan berharap kerangka kerja sama tersebut dapat mulai berlaku pada akhir 2026.
Menurut Airlangga, perjanjian bilateral itu diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dari kedua negara dalam memperluas kerja sama di sektor pangan, energi, dan mineral kritis.
Selain hubungan bilateral, keduanya membahas peran strategis Indonesia dalam menghubungkan Kanada dengan kawasan Indo-Pasifik.
Pertemuan di Toronto tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan bilateral menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada pada 2027.
Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil pembahasan dengan berkoordinasi bersama mitra Kanada di Ottawa untuk menerjemahkan komitmen tersebut menjadi kerja sama yang konkret. (ARF)