China Rare Earth Group perketat kendali logam tanah jarang
Sabtu, 19 September 2026
BEIJING — Perusahaan pelat merah China Rare Earth Group tengah melakukan pembicaraan untuk mengakuisisi Shenghe Resources, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Jika terealisasi, kesepakatan ini akan semakin memperkuat kendali Beijing atas industri logam tanah jarang (rare earth) sekaligus memberikan China Rare Earth Group kepemilikan atas aset yang terkait dengan salah satu perusahaan strategis Amerika Serikat, mengutip dari Reuters.
Akuisisi tersebut akan memberikan kendali atas sejumlah kepemilikan Shenghe di perusahaan asing, termasuk sekitar 3% saham perusahaan rare earth AS, MP Materials.
Departemen Pertahanan AS menjadi pemegang saham terbesar MP Materials setelah melakukan investasi pada perusahaan tersebut tahun lalu.
Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas pembicaraan, negosiasi antara China Rare Earth Group dan Shenghe telah berlangsung sejak awal tahun.
Salah satu sumber mengatakan China Rare Earth Group menginginkan saham pengendali di Shenghe.
Belum diketahui kapan kesepakatan tersebut akan diumumkan atau diselesaikan.
China Rare Earth Group, Shenghe Resources, dan Kementerian Perdagangan China tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Jika akuisisi terjadi, China Rare Earth Group akan menguasai salah satu perusahaan besar China di bidang penambangan dan pemurnian rare earth yang masih memiliki kepemilikan swasta.
Langkah tersebut sekaligus dapat mengakhiri upaya selama puluhan tahun untuk mengonsolidasikan industri rare earth China di bawah kendali negara.
Rare earth merupakan kelompok mineral penting yang digunakan dalam berbagai produk strategis, mulai dari kendaraan listrik, turbin angin, dan perangkat elektronik hingga sektor pertahanan.
Penguasaan China atas rantai pasok komoditas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan perdagangan dengan AS.
Shenghe sendiri memperluas bisnisnya ke luar negeri setelah mengakuisisi perusahaan rare earth asal Australia, Peak Rare Earths, pada tahun lalu.
Prospek akuisisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai kepemilikan aset Shenghe di luar negeri.
Salah satunya adalah kepemilikan di MP Materials, yang kini memiliki Departemen Pertahanan AS sebagai pemegang saham terbesar.
Belum jelas bagaimana potensi kepemilikan China Rare Earth Group atas Shenghe akan memengaruhi struktur pemegang saham MP Materials maupun aset Shenghe lainnya di luar negeri.
MP Materials sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Shenghe maupun pemerintah China tidak memiliki kendali atas operasional perusahaan.
Akses Kuota Rare Earth
Selain memperkuat kendali negara, akuisisi Shenghe berpotensi memberikan perusahaan tersebut akses yang lebih besar terhadap kuota produksi yang ditetapkan Beijing, menurut salah satu sumber.
China menggunakan kuota untuk mengendalikan pasokan rare earth.
Kuota tersebut diberikan kepada perusahaan milik negara dan kemudian dialokasikan kepada anak usaha mereka.
Kuota untuk aktivitas penambangan, peleburan, dan pemisahan mineral dipantau secara ketat oleh pasar sebagai salah satu indikator pasokan rare earth global.
Namun, China selama ini tidak secara terbuka mengungkapkan seluruh besaran kuota tersebut.
China Rare Earth Group didirikan pada 2021 melalui reorganisasi lima perusahaan milik negara yang bergerak di sektor rare earth.
Perusahaan tersebut kini menjadi pemasok rare earth berat terbesar di China. (DK)