Saudara Diana beberkan reaksi Charles setelah kematian Diana
Sabtu, 19 September 2026
LONDON — Raja Charles III disebut sangat gembira setelah kematian mantan istrinya, Putri Diana, pada 1997.
Klaim tersebut ditulis saudara Diana, Charles Spencer, dalam buku yang akan segera diterbitkan dan kutipannya kembali dipublikasikan pada Kamis.
Dikutip dari Reuters, Spencer menulis bahwa Charles, yang saat itu masih bergelar Pangeran Charles, terdengar sangat gembira sesaat setelah kematian Diana.
Menurut Spencer, hal tersebut mungkin terjadi karena Charles merasa kematian Diana membuatnya lebih bebas untuk menikah lagi.
Charles pada Rabu (16/9) mengambil langkah yang tidak biasa dengan menanggapi kritik setelah kutipan pertama buku Spencer dipublikasikan Daily Mail.
Melalui juru bicaranya, Charles mengatakan duka dapat memengaruhi penalaran, penilaian, dan ingatan seseorang.
Tidak ada komentar baru dari Charles terkait kutipan terbaru tersebut.
Dalam bagian lain buku tersebut, Spencer menulis bahwa Diana pernah pergi ke Beachy Head, lokasi di pantai selatan Inggris yang dikenal sebagai tempat terjadinya banyak kasus bunuh diri.
Namun, rasa cinta Diana kepada kedua putranya, William dan Harry, disebut mencegahnya untuk melangkah lebih jauh.
“Dalam tahun-tahun terakhirnya, Diana beberapa kali mengemudikan mobilnya sendiri menuju Beachy Head, tebing kapur laut tertinggi di Inggris, sambil mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupnya,” tulis Spencer.
Diana meninggal pada usia 36 tahun setelah mobil yang ditumpanginya bersama kekasihnya, Dodi al-Fayed, mengalami kecelakaan di Paris saat melaju menjauh dari kejaran fotografer paparazi yang mengendarai sepeda motor.
Spencer mengatakan dirinya berbicara dengan Charles tak lama setelah kematian Diana dikonfirmasi.
Menurutnya, Charles terdengar sangat gembira dibandingkan dengan kebanyakan orang yang meneleponnya untuk menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan.
“Berbeda dengan penelepon saya yang lain, yang sangat terpukul dan hampir tidak mampu menyampaikan belasungkawa serta tawaran bantuan, dia terdengar sangat gembira, seperti pemenang lotre, begitu yang saya ingat saat itu,” tulis Spencer.
Spencer menduga reaksi Charles lebih berkaitan dengan kebebasan untuk menikahi perempuan yang dicintainya setelah kematian Diana.
Charles dan Diana berpisah pada 1992 dan resmi bercerai pada 1996.
Setahun sebelumnya, Diana mengatakan dalam wawancara dengan BBC bahwa ada tiga orang dalam pernikahannya sehingga situasinya terasa terlalu penuh.
Pernyataan tersebut merujuk pada hubungan Charles dengan Camilla Parker Bowles, yang kemudian dinikahinya pada 2005.
Juru bicara Istana Buckingham pada Rabu (16/9) mengatakan pihak kerajaan pada prinsipnya tidak berkomentar mengenai buku.
Namun, Raja Charles memahami bahwa rasa sakit akibat kehilangan saudara dapat mengaburkan penalaran, memengaruhi penilaian, dan membentuk ingatan dengan cara yang mungkin tidak dipahami orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut. (ARF)