Harga energi melonjak, ECB redam ekspektasi kenaikan suku bunga

Sabtu, 19 September 2026

image

DUBLIN - Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menepis ekspektasi pasar mengenai kenaikan suku bunga secara agresif akibat melonjaknya harga minyak dan gas.

Seperti dikutip Reuters, Lagarde mengatakan pergerakan suku bunga ECB tidak akan mengikuti kenaikan harga energi secara langsung.

Menurutnya, bank sentral juga mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi terhadap pertumbuhan ekonomi, konsumsi, dan berbagai indikator ekonomi lainnya dalam menentukan kebijakan moneter.

"Suku bunga tidak bergerak mengikuti harga energi secara langsung karena harga energi dan dampaknya terhadap harga juga memengaruhi faktor lain, terutama pertumbuhan dan konsumsi. Kami memperhitungkan seluruh elemen tersebut," kata Lagarde dalam konferensi pers di Dublin, Jumat (18/9).

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Wakil Presiden ECB Boris Vujcic juga berupaya meredam ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga.

Ia mengatakan ECB akan mempertimbangkan spektrum indikator ekonomi yang lebih luas sebelum menentukan langkah kebijakan berikutnya.

Pasar keuangan saat ini memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga hingga empat kali lagi dalam setahun ke depan, setelah dua kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Ekspektasi tersebut muncul ketika harga minyak dan gas berada di dekat skenario "buruk" yang digunakan ECB dan berpotensi mendorong inflasi mendekati 4% pada akhir tahun.

Namun, Lagarde memberi sinyal bahwa ECB belum melihat kebutuhan untuk mengambil langkah yang agresif.

Ia mengatakan bank sentral masih berada dalam posisi untuk merespons kondisi saat ini dengan pendekatan yang terukur.

"Kami mengambil respons yang terukur terhadap situasi saat ini. Kami berada dalam posisi yang baik untuk merespons lebih banyak data, informasi, dan angka guna mendapatkan penilaian yang tepat mengenai berbagai perubahan," ujar Lagarde.

Imbal Hasil Obligasi Jadi Sorotan

Lagarde juga meredam kekhawatiran mengenai kenaikan biaya pinjaman pemerintah di kawasan euro.

Menurut dia, pergerakan tersebut lebih banyak mencerminkan perkembangan global dibandingkan persoalan yang berasal dari dalam kawasan.

"Kami tidak melihat pergerakan yang tidak teratur. Kami juga tidak melihat adanya ketegangan. Ini adalah pergerakan global yang memengaruhi seluruh obligasi, khususnya obligasi dengan tenor panjang, karena berbagai alasan," kata Lagarde.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ECB masih memilih untuk mencermati perkembangan ekonomi secara menyeluruh sebelum menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya, meski kenaikan harga energi kembali meningkatkan tekanan terhadap inflasi. (DK)