Prabowo: Biaya pendidikan negeri SD hingga universitas harus gratis

Sabtu, 19 September 2026

image

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat di seluruh Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9).

Prabowo mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas langkah mewujudkan pendidikan gratis di seluruh satuan pendidikan negeri.

"Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," kata Prabowo, mengutip dari laman resmi Presiden Republik Indonesia.

Dukungan terhadap gagasan tersebut juga disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan biasa di sebut Zulhas.

Menurut Zulhas, pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan.

Ia menilai akses terhadap pendidikan berkualitas tidak boleh hanya dinikmati masyarakat yang tinggal di kota besar atau berasal dari keluarga yang mampu.

"Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan," ujar Zulhas.

Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pendidikan yang mampu membentuk pribadi cerdas, kreatif, dan memiliki integritas sekaligus siap menghadapi perubahan dunia.

Zulhas juga menyatakan dukungannya terhadap program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi. Ia berharap program tersebut dapat memperluas kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan sekaligus mendorong mereka menjadi pelaku perubahan.

"Kami ingin anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, mereka harus menjadi pelakunya, muda, berdaya, dan mengubah Indonesia," kata Zulhas. (DK)