Suspensi dibuka, saham emiten milik Halim Jusuf terkerek 23%

Jumat, 09 Januari 2026

image

JAKARTA – Harga saham dua dari tujuh emiten yang di perdagangkan kembali (unsuspend) terkerek bervariasi di atas 9%, mulai sesi I, Jumat (9/1). Dua emiten tersebut yakni, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM.

Pada pantauan perdagangan sesi I pukul 09.23 WIB, saham BIPI, emiten milik Konsorsium Halim Jusuf ini, melesat 23% atau Rp40 menjadi Rp220 per lembar. Realisasi itu lebih tinggi dari saat pembukaan perdagangan Rp195 per lembar. Harga saham sempat turun ke level rendah Rp190.

Sebelum disuspensi kemarin (8/1), saham BIPI naik Rp13 menjadi Rp180 pada penutupan transaksi (7/1). Volume jual beli 5,24 miliar lembar dalam 145.064 kali senilai Rp920,56 miliar. Dalam sepekan dan sebulan harga saham emiten ini masing-masing melejit 109,30% atau Rp94 dan 100% atau Rp90 menjadi Rp180 per saham

Sementara itu, saham GRPM menguat 9,84% atau Rp12 menjadi Rp134 per lembar. Harga saat pembukaan dikisaran Rp121 per saham.

Harga saham lainnya terpantau terkoreksi, misalnya, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) terkoreksi 13,70% atau Rp100 menjadi Rp630 per lembar.

Saham emiten lainnya yang kembali ditransaksikan pagi ini antara lain, 

  • PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)
  • PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)
  • PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD)
  • PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

Kemarin (8/1), Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pembukaan suspensi saham emiten di pasar modal. (LK)