Ditolak beli WBD, Ellison 'beruntungi' karena saham TV kabel anjlok
Jumat, 09 Januari 2026

JAKARTA – Upaya terbaru David Ellison untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) kembali menemui jalan buntu. Pekan ini, dewan direksi WBD secara resmi menolak tawaran yang diajukan Paramount.
Namun, bagi Ellison—CEO Skydance sekaligus figur kunci di balik manuver Paramount—kabar tersebut tidak sepenuhnya buruk.
Pada Rabu, WBD menyatakan bahwa proposal Netflix senilai US$27,75 per saham dalam bentuk tunai dan saham untuk mengakuisisi bisnis studio serta streaming dinilai lebih menarik dibandingkan tawaran Paramount sebesar US$30 per saham tunai untuk seluruh WBD, termasuk jaringan TV kabelnya.
Penolakan itu didasarkan antara lain pada struktur tawaran Paramount yang dinilai mengandung risiko dan biaya tambahan. WBD menyoroti adanya potensi denda pembatalan sebesar US$2,8 miliar kepada Netflix jika terjadi perubahan arah, biaya US$1,5 miliar kepada kreditur apabila pertukaran utang gagal, serta sekitar US$350 juta biaya pendanaan tambahan. Secara total, beban tersebut setara dengan pengurangan sekitar US$1,79 per saham dari nilai tawaran Paramount, menurut perhitungan WBD.
Meski demikian, Ellison justru memperoleh semacam 'manfaat' tak terduga batalnya pembelian itu dari pergerakan harga pasar.
Seperti dikutip Business Insider, saham Versant—perusahaan hasil pemisahan aset TV kabel Comcast yang mencakup CNBC dan MS NOW (sebelumnya MSNBC)—anjlok sekitar 25% sejak mulai diperdagangkan pada Senin. Harga sahamnya turun dari US$45,17 setelah IPO menjadi sekitar US$33,80.
Penurunan tajam tersebut memperkuat pandangan bahwa investor kini semakin enggan memberi valuasi tinggi pada aset TV kabel, sebuah tren yang sangat relevan bagi WBD yang masih memiliki jaringan seperti CNN, TNT, dan HGTV.
Perbandingan antara tawaran Paramount dan Netflix sangat bergantung pada bagaimana pasar menilai bisnis jaringan TV WBD.
Selisih harga kedua penawaran mencapai US$2,25 per saham. Jika nilai jaringan TV tersebut lebih tinggi dari angka itu, tawaran Netflix jelas unggul. Namun jika nilainya jauh lebih rendah, harga US$30 per saham yang diajukan Paramount justru bisa terlihat lebih menarik.
Dalam konteks ini, Paramount diuntungkan jika nilai TV kabel dipandang rendah, sementara Netflix berkepentingan menegaskan nilai aset yang sebenarnya tidak ingin mereka akuisisi.
Sejumlah analis media bahkan menjadikan Versant sebagai pembanding untuk menilai divisi Global Networks milik WBD. Dengan kapitalisasi pasar di bawah US$5 miliar dan nilai perusahaan sekitar US$7,25 miliar (termasuk utang bersih), Versant diproyeksikan menghasilkan EBITDA US$1,85–2 miliar pada 2026. Rasio EV/EBITDA-nya hanya sekitar 3,8 kali, jauh di bawah rata-rata perusahaan S&P 500.
Jika divisi Global Networks WBD dinilai dengan rasio serupa, kontribusinya terhadap valuasi WBD diperkirakan hanya sekitar US$1,20 per saham, berdasarkan estimasi EBITDA 2026 sebesar US$4,8 miliar. Bahkan, menurut sumber yang memahami pemikiran internal Paramount, nilai jaringan TV WBD bisa lebih rendah lagi, yakni sekitar US$0,56 per saham. (DK)