Ekspor minyak Venezuela terhenti, hanya Chevron yang suplai

Jumat, 09 Januari 2026

image

CARACAS - Venezuela pada Selasa hanya memuat minyak mentah untuk perusahaan energi AS Chevron.Sementara operasi perusahaan minyak negara PDVSA untuk mengirim kargo ke pelanggan utamanya di China masih terhenti untuk hari kelima berturut-turut, menurut data pelayaran.Penghentian ekspor terjadi setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu lalu dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan narkotika.Seperti dikutip reuters.com, pemerintahan kini dijalankan oleh Presiden Interim Delcy Rodríguez, yang menurut Washington berada di bawah pengawasan Amerika Serikat.Bulan lalu, AS memberlakukan blokade terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi yang keluar masuk perairan Venezuela.Langkah ini menghentikan sebagian besar ekspor minyak, kecuali pengiriman yang ditujukan kepada Chevron.Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di Venezuela berkat lisensi khusus yang membebaskannya dari sanksi Washington terhadap industri minyak negara itu, yang bertujuan memutus sumber pendanaan pemerintahan Maduro.Pada Selasa, beberapa kapal yang disewa Chevron tercatat sebagai satu-satunya kapal yang memuat minyak mentah untuk ekspor di pelabuhan Jose dan Bajo Grande, berdasarkan data pemantauan kapal.Sementara itu, kapal lain hanya melakukan pengiriman antar pelabuhan domestik atau menyimpan minyak karena fasilitas penyimpanan darat hampir sepenuhnya penuh, menurut dokumen internal PDVSA.Data menunjukkan kargo minyak terakhir untuk pelanggan Asia di pelabuhan Jose selesai dimuat pada 1 Januari.Tanpa tambahan ekspor, PDVSA berpotensi memperdalam pemangkasan produksi yang mulai dilakukan dalam beberapa hari terakhir akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan.Chevron pada Senin kembali melanjutkan ekspor minyak Venezuela ke Amerika Serikat setelah jeda empat hari. Perusahaan juga memanggil kembali pekerjanya dari luar negeri seiring dibukanya kembali penerbangan ke Venezuela.Dalam beberapa pekan terakhir, Chevron muncul sebagai satu-satunya perusahaan yang mampu mengekspor minyak Venezuela secara relatif lancar.Sedikitnya selusin kapal tanker yang berada di bawah sanksi, yang telah memuat minyak pada Desember namun terjebak di perairan Venezuela akibat embargo, berlayar pada awal Januari.Kapal-kapal tersebut membawa sekitar 12 juta barel minyak mentah dan bahan bakar.Tujuan kapal-kapal itu belum jelas, meski awalnya kargo ditujukan ke China.Kapal-kapal tersebut berlayar dalam “mode gelap”, yakni dengan mematikan transponder pelacak lokasi, dan tampaknya menerobos blokade tanker AS.Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan komentar terkait keberangkatan kapal-kapal tersebut atau apakah pelepasan itu mendapat izin. PDVSA juga belum menanggapi permintaan komentar.Chevron menegaskan pekan ini bahwa seluruh operasinya dijalankan “sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang berlaku”.Meski sejumlah kapal telah meninggalkan perairan Venezuela, banyak tanker masih terlihat berlabuh di sekitar pelabuhan minyak, baik menunggu giliran memuat maupun sudah terisi namun belum dapat berlayar, menurut data pelayaran dan kesaksian di lapangan. (DK)