Delcy Rodriguez: Keserakahan energi incar minyak Venezuela

Jumat, 09 Januari 2026

image

CARACAS - Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan negaranya terbuka untuk kerja sama energi internasional, namun ia melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat yang dituding bermotif kepentingan minyak dalam tindakannya terhadap Venezuela.Seperti dikutip timesofindia.indiatimes.com, Rodriguez sebelumnya membela rencana membuka pasar minyak Venezuela ke Washington.Namun, dalam sebuah video siaran langsung yang disiarkan televisi pemerintah Venezuela, Venezolana de Televisión (VTV), ia mengakui bahwa operasi militer AS yang menggulingkan pendahulunya, Nicolás Maduro, telah meninggalkan “noda” dalam hubungan bilateral kedua negara.

"Kami adalah kekuatan energi, kami benar-benar demikian. Hal ini telah mendatangkan masalah besar bagi kami, karena Anda semua tahu bahwa keserakahan energi dari pihak pihak Utara (Global North/ Amerika) menginginkan sumber daya negara kami," kata Rodriguez.

Dia melanjutkan, "Dan kami telah menyangkal semua kebohongan tentang perdagangan narkoba, demokrasi, dan hak asasi manusia. Itu hanyalah alasan karena apa yang selalu ada adalah (ancaman) bahwa minyak Venezuela harus diserahkan kepada pihak North Global.'"

Meski demikian, Rodriguez menilai perdagangan energi dengan Amerika Serikat bukanlah sesuatu yang tidak lazim. Ia menyatakan Venezuela tetap bersikap pragmatis dalam urusan energi.“Venezuela terbuka untuk hubungan energi di mana semua pihak diuntungkan,” kata Rodriguez, seraya menekankan bahwa kerja sama ekonomi harus dituangkan secara jelas dalam kontrak komersial.Pemerintah AS sebelumnya menyita dua kapal tanker Venezuela yang terkena sanksi dan mengumumkan akan mengelola seluruh penjualan produksi minyak mentah Venezuela di masa depan, termasuk mengawasi distribusi minyak negara tersebut ke pasar global.Rodriguez juga menyampaikan bahwa pemerintahannya terbuka menjalin kemitraan energi dengan negara lain, termasuk Rusia dan China.Ia menyoroti besarnya cadangan minyak dan gas Venezuela serta komitmen negaranya untuk beroperasi sesuai hukum internasional. (Video lihat di sini)Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mengendalikan Venezuela dan cadangan minyaknya selama bertahun-tahun, serta mengklaim memperoleh kerja sama penuh dari rezim Caracas.Rodriguez menegaskan sikap Venezuela tidak berubah: terbuka pada kerja sama energi yang adil, namun menolak segala bentuk dominasi politik maupun ekonomi asing.

Sikap Venezuela soal ini juga muncul dari perusahaan minyak negara PDVSA yang meminta Amerika membeli minyak Venezuela bukan seolah-olah milik negara adi daya tersebut.

Anggota Dewan PDVSA Wills Rangel menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap harus membeli minyak Venezuela dengan harga pasar global. Ia menolak pandangan bahwa AS berhak memperoleh minyak tersebut dengan skema non-komersial.

“Jika mereka ingin membelinya, mereka akan mendapatkannya pada waktunya, dijual dengan harga internasional,” ujar Rangel.

“Bukan seperti yang (Trump) inginkan, seolah-olah minyak itu milik mereka karena kami konon berutang kepada mereka. Kami tidak berutang apa pun kepada Amerika Serikat.” (DK)