Rio Tinto akan akuisisi Glencore, nilai gabungan bisa US$207 miliar

Jumat, 09 Januari 2026

image

JAKARTA - Rio Tinto RIO.L sedang melakukan pembicaraan awal untuk membeli Glencore GLEN.L, dalam langkah yang bisa menciptakan perusahaan pertambangan terbesar di dunia dengan nilai pasar gabungan hampir US$207 miliar.

“Struktur dari kemungkinan penggabungan antara kedua perusahaan ini masih belum jelas dan kemungkinan akan kompleks, tetapi kami percaya ada jalan menuju penciptaan nilai yang signifikan bagi keduanya,” tulis analis Jefferies.

Dikutip reuters.com, kedua perusahaan belum mengungkapkan detail aset yang akan termasuk dalam kesepakatan, tetapi diperkirakan akan melibatkan all-share buyout sebagian atau seluruh saham Glencore oleh Rio Tinto. Berdasarkan aturan pengambilalihan di Inggris, Rio Tinto memiliki waktu hingga 5 Februari untuk membuat tawaran resmi atau menyatakan tidak akan melanjutkan.

Pasar bereaksi beragam: saham Glencore di AS naik 6%, sedangkan saham Rio Tinto di Australia turun 6,3% karena kekhawatiran investor terkait risiko membayar terlalu mahal. “Pasar saham memberi tahu Anda apa yang ingin Anda ketahui. Investor tidak senang dengan hal ini,” kata Hugh Dive, chief investment officer Atlas Funds Management.

Rio Tinto, penambang bijih besi terbesar dunia, memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$142 miliar, sementara Glencore, produsen logam dasar besar, bernilai US$65 miliar. Kedua perusahaan tengah fokus memperluas eksposur ke tembaga, yang permintaannya diperkirakan naik 50% hingga 2040, didorong oleh transisi energi hijau dan kebutuhan AI.

Namun, merger ini menghadirkan tantangan, termasuk nasib aset batubara Glencore dan risiko regulasi di China. “Aset batubara harus dilepas untuk mendapatkan dukungan dari basis pemegang saham Australia,” kata John Ayoub, manajer portofolio Wilson Asset Management. Tim Hillier, analis Allan Gray, menambahkan, “Ini semua tentang harga, tetapi jika mereka harus membayar premi yang besar, ada risiko bahwa transaksi tersebut dapat menghancurkan sebagian nilai bagi pemegang saham.”

CEO baru Rio Tinto, Simon Trott, yang menjabat sejak Agustus, disebut lebih terbuka terhadap kesepakatan besar dibanding pendahulunya.

“Tanda tanya terbesar adalah budaya kedua perusahaan karena Glencore jelas memiliki latar belakang perdagangan, beberapa aspek budaya mereka sebenarnya bisa bermanfaat bagi Rio,” kata Andy Forster dari Argo Investments.

Jika transaksi ini terealisasi, nilai perusahaan gabungan akan menyalip BHP Group dengan kapitalisasi pasar sekitar US$161 miliar, menjadikannya raksasa pertambangan global.(DH)