Keyakinan konsumen terhadap ekonomi turun, paling terasa di dua kota

Jumat, 09 Januari 2026

image

JAKARTA - Kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian dan keuangan masih optimistis, meski terkoreksi di Desember 2025 dari November 2025. Hal ini terungkap dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (SKBI) yang dirilis Jumat (9/1).

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan menyampaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level 123,5 poin, lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya di level 124,0 poin.

“Tetap kuatnya IKK bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang berada di level optimistis,” katanya dalam siaran pers dikutip Jumat (9/1).

Keyakinan konsumen meningkatkan pada kelompok pengeluaran di atas Rp2.5 juta-Rp4 juta dan peningkatan tertinggi pada kelompok pengeluaran di atas Rp4,1 juta-Rp4 juta.

Berdasarkan kelompok usia, peningkatan IKK terdapat pada usia 31 tahun-40 tahun. Sedangkan bedasarkan kota, peningkatan IKK di Kota Banten, Mataram, Ambon. Sementara penurunan IKK tertinggi tercatat di Medan dan Padang imbas bencana alam banjir dan tanah longsor.

SKBI ini juga memotret persepsi konsumen terhadap ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat, meski Indeks  Kondisi Ekonomi (IKE) melandai ke level 111,4 poin dari IKE di level 111,5 poin di November 2025.

Kuatnya level IKE disebabkan kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) ke level 106,5 poin dari 103,7 poin. Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) masih di level optimistis masing-masing 120,2 poin dan 107,6 poin. 

Senada dengan itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tergerus menjadi 135,6 poin dari 136,5 poin. Hal ini disebabkan peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) 140,8 poin dari 140,6 poin. (LK)