Saham dua emiten ini merunduk usai diumumkan UMA
Sabtu, 10 Januari 2026

JAKARTA – Harga saham dua emiten melembar sehari setelah dinyatakan terpantau meningkat di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA), kemarin (9/1). Emiten tersebut yakni, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) dan PT Boston Furniture Industries/Solusi Environment Asia Tbk (SOFA).
Dalam penutupan transaksi saham sesi II, Jumat, dikutip Sabtu (10/1), saham BSIM terkoreksi 11,40% atau Rp195 per lembar menjadi Rp1.515 per saham. Dalam sepekan dan sebulan ini, saham BSIM masing-masing melesat 72,16% atau Rp635 per lembar dan 75,14% atau Rp650 per saham.
Kemarin (9/1), saham emiten ini dibuka di level Rp1.710, naik ke level tertinggi Rp1.725 dan terendah Rp1.445 per saham.
Sementara itu, saham SOFA melandai 4,35% atau Rp25 per saham menjadi Rp550 per lembar. Sejak sepekan dan sebulan harga saham emiten ini naik 22,77% atau Rp102 dan 30,95% atau Rp130 per saham.
Kemarin, saham emiten produk rumah tangga dan furniture ini dibuka pada harga Rp520, mencapai posisi tertinggi Rp600 dan terendah Rp520 per saham.
Sebelumnya, Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan telah terjadi peningkatan harga saham BSIM dan SOFA yang tidak wajar (UMA).
BEI mengharapkan investor mencermati sejumlah yang terkait kinerja perusahaan, rencana aksi korporasi perusahaan, dan jawaban perusahaan terkait permintaan konfirmasi dari otoritas pasar modal.
Namun, dia menyampaikan bahwa pengumuman UMA tersebut tidak mengindikasikan ada pelangggaran terhadap peraturan di pasar modal. (LK)