Kinerja industri asuransi stabil, nilai aset capai Rp1,19 kuadriliun

Sabtu, 10 Januari 2026

image

JAKARTA – Kinerja industri asuransi dinilai tetap stabil sepanjang Januari-November 2025. Hal ini terekam dalam pertumbuhan aset, pendapatan  premi, dan permodalan di industri asuransi.

Dalam siaran per Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikutip Sabtu (10/1), aset industri asuransi tercatat mencapai Rp1,19 kuadriliun per November 2025, naik 9,56% dari periode serupa tahun 2024. Sedangkan, aset asuransi komersial sebesar Rp971,22 triliu, terkerek 7,49% dari periode serupa tahun lalu

Kinerja asuransi komersial berupa pendapatan premi pada periode Januari-November 2025 sebesar Rp297,88 triliun, atau tumbuh 0,41% secara tahunan. Pendapatan itu terdiri dari premi asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar 0,75% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp163,88 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 1,88% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp134,00 triliun.

Permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid, dengan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat melaporkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 488,69% dan 342,88% (di atas threshold sebesar 120%).

Untuk asuransi nonkomersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,  serta program asuransi ASN, TNI, dan POLRI terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp222,84 triliun atau terkontraksi sebesar 0,23%  secara tahunan. (LK)