Reliance upayakan izin AS untuk beli minyak mentah Venezuela lagi

Minggu, 11 Januari 2026

image

JAKARTA — India’s Reliance Industries tengah berunding dengan pemerintah Amerika Serikat untuk memperoleh izin melanjutkan pembelian minyak mentah dari Venezuela di tengah upaya mengamankan pasokan energi dan tekanan Barat agar India mengurangi impor minyak Rusia.Menurut laporan Reuters (11/1), dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut Reliance sedang mengupayakan persetujuan Washington untuk kembali membeli minyak Venezuela, seiring kilang swasta terbesar India itu mencari alternatif pasokan non-Rusia.Perwakilan Reliance saat ini berdiskusi dengan Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS guna memperoleh otorisasi resmi, di tengah kemajuan negosiasi antara Washington dan Caracas terkait pengapalan sekitar 50 juta barel minyak menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS.Reliance belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang dikirimkan Reuters terkait proses perizinan tersebut, dikutip dari Reuters (11/1).Dalam beberapa tahun terakhir, konglomerat asal India itu sebenarnya telah mengantongi lisensi dari pemerintah AS untuk mengimpor minyak mentah Venezuela yang berada di bawah sanksi, khususnya untuk mendukung operasional kompleks kilangnya yang merupakan terbesar di dunia.Berdasarkan catatan internal PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela, Reliance menerima empat kargo minyak mentah atau sekitar 63.000 barel per hari pada empat bulan pertama 2025 melalui otorisasi tersebut.Namun, AS kemudian menangguhkan sebagian besar lisensi mitra bisnis PDVSA pada periode Maret–April serta mengancam pembeli minyak Venezuela dengan penerapan tarif tambahan.Dikutip dari Reuters (11/1), Reliance menyatakan akan mempertimbangkan kembali pembelian minyak Venezuela apabila penjualan kepada pembeli non-AS diperbolehkan sesuai regulasi Amerika Serikat.Sementara itu, Juru Bicara Departemen Keuangan AS menegaskan pihaknya tidak akan mengomentari lisensi atau permohonan tertentu, seraya menambahkan bahwa pemerintah AS sepenuhnya berkomitmen mendukung kebijakan Presiden Donald Trump terkait Venezuela.Persaingan memperebutkan lisensi ekspor minyak Venezuela juga melibatkan perusahaan besar lain seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura.Menurut laporan Reuters (11/1), Trump dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif industri minyak di Gedung Putih, di tengah kondisi Venezuela yang masih memiliki jutaan barel minyak mentah tertahan di tangki darat dan kapal.Pejabat AS menyatakan akan mengendalikan ekspor minyak Venezuela tanpa batas waktu, meski sebagian pasokan akan tetap mengalir ke pembeli non-AS. Trump juga menegaskan bahwa China sebagai pembeli terbesar minyak Venezuela tidak akan kehilangan pasokan.Reliance disebut bersedia membeli minyak Venezuela dari perusahaan AS maupun pihak lain yang memiliki hak pengeboran di negara tersebut, selama harga yang ditawarkan dinilai menarik.Pasokan minyak dari Venezuela dinilai berpotensi menggantikan sebagian impor minyak Rusia ke India. Reliance, yang sebelumnya menjadi pembeli terbesar minyak Rusia di India, menyatakan tidak akan menerima kargo minyak mentah Rusia pada bulan ini karena tekanan dari pemerintah AS agar India menghentikan impor tersebut.Dikutip dari Reuters, dua kilang Reliance di Gujarat barat, dengan kapasitas gabungan sekitar 1,4 juta barel per hari, memungkinkan perusahaan mengolah minyak mentah berat dan lebih murah seperti jenis Merey asal Venezuela.Reliance dan PDVSA diketahui memiliki hubungan jangka panjang, sementara India sebelumnya merupakan pasar ketiga terbesar minyak mentah Venezuela sebelum AS memberlakukan sanksi perdagangan minyak, dengan volume mencapai sekitar 400.000 barel per hari, dikutip dari Reuters. (SA)