Top sepekan: PDVSA minta AS beli minyak, utang pinjol melesat

Senin, 12 Januari 2026

image

JAKARTA – Konstelasi politik global dan aksi korporasi di pasar domestik menjadi sorotan pembaca dalam sepekan (4–11 Januari 2025).

Dari luar negeri, perusahaan minyak milik Venezuela, PDVSA, meminta Amerika Serikat (AS) membeli minyak Venezuela secara resmi, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro yang mewariskan utang jumbo.

Sementara di dalam negeri, perhatian pasar mengarah kinerja intermediasi bank dan pertumbuhan pinjaman online (pinjol) yang melonjak 25% pada November 2025.

Tak hanya itu, sejumlah aksi korporasi emiten juga menjadi sorotan pembaca dalam sepekan. Beberapa di antaranya termasuk divestasi bisnis PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Chengdong Investment yang terus menjual saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan pencabutan suspensi perdagangan saham sejumlah emiten.

Berikut ini daftar 10 berita terpopuler IDNFinancials.com dalam sepekan:

  1. Penguasa baru Venezuela warisi utang jumbo, gagal bayar sejak 2017
  2. PDVSA: Amerika harus beli minyak kami, bukan seolah-olah milik mereka
  3. Besok BEI akan cabut suspensi saham tujuh emiten
  4. Unilever jual bisnis teh Sariwangi ke Grup Djarum Rp1,5 triliun
  5. BEI buka suspensi saham delapan emiten ini besok
  6. Saham dua emiten ini akan ditransaksikan besok
  7. Chengdong lepas 555 juta saham BUMI, Babah Alun borong CMNP
  8. Utang pinjol melesat 25% ke Rp94,85 triliun, gagal bayar meningkat
  9. Suspensi dibuka, saham emiten milik Halim Jusuf terkerek 23%
  10. Lima saham perkapalan kena suspensi usai harga melesat

(KR)