Modal asing melimpah di awal tahun, BI catat net inflow Rp1,44 triliun
Senin, 12 Januari 2026

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia secara signifikan pada awal 2026.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan nonresiden mencatatkan beli neto sebesar Rp1,44 triliun, berdasarkan data transaksi 5 – 8 Januari 2026.
Rinciannya terdiri atas beli neto Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Namun, BI juga mencatat adanya aliran modal keluar dari pasar SBN sebesar Rp1,38 triliun,” ujar Denny dalam keterangan resminya pada Sabtu (10/01).
Sepanjang tahun ini hingga 8 Januari, nonresiden tercatat beli neto Rp3,85 triliun di pasar saham, Rp3,23 triliun di pasar SBN, dan Rp0,26 triliun di SRBI.
Dari sisi risiko investasi, premi risiko Indonesia yang tercermin dari Credit Default Swap (CDS) tenor 5 tahun naik menjadi 69,57 bps dari 67,62 bps pada 2 Januari 2026.
Denny menambahkan, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan, untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Di pasar global, indeks dollar AS (DXY) menguat ke posisi 98,93, dan yield US Treasury Note tenor 10 tahun turun ke 4,17%, sedangkan yield SBN 10 tahun Indonesia naik ke 6,15% pada 9 Januari. (DH/KR)