Laba Citi Indonesia naik 4,2% hingga kuartal III meski kredit anjlok

Selasa, 18 November 2025

image

JAKARTA – Citibank N.A. Indonesia atau Citi Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba yang moderat, naik 4,2% secara tahunan hingga kuartal III 2025 menjadi Rp2,3 triliun.

Hal ini terjadi di tengah penurunan kredit yang signifikan hingga 10,7% menjadi Rp27,2 triliun per akhir September 2025.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, kredit Citi Indonesia memang tampak lesu sejak kuartal I dan kuartal II tahun ini, masing-masing turun 11,2% dan 13,3%.

Namun, Batara Sianturi, Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, mengungkapkan bahwa penurunan kredit ini terjadi pada kredit dolar alih-alih rupiah.

“Kalau rupiah, baik itu year-to-date maupun year-on-year itu [pertumbuhan kreditnya] positif,” ujar Batara, saat ditemui di Pemaparan Kinerja Q3 2025 Citi Indonesia, Selasa (18/11).

Namun, Batara mengungkapkan bahwa kredit dolar menurun karena pembayaran pinjaman besar berdenominasi dolar dari salah satu client yang sukses meluncurkan global bond dalam jumlah besar tahun ini.

“Saya rasa kita semua tahu what is the biggest global bond yang diluncurkan di tahun ini di public sector, di SOE,” ujar Batara.

Berdasarkan penelusuran IDNFinancials.com, dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerbitkan global bond tahun 2025 adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada bulan Maret dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pada Mei.

Di sisi lain, dana pihak ketiga Citi Indonesia justru melonjak 17% menjadi Rp64,6 triliun, dengan rasio current account savings account (CASA) stabil di 78%.

Hal ini pun turut membuat loan-to-deposit ratio (LDR) turun drastis dari 52,3% menjadi 38,9% per September 2025.

Namun, secara aset, Citi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan hingga 15,5% menjadi Rp104,4 triliun, dengan liabilitas Rp93,6 triliun dan ekuitas Rp10,8 triliun. (ZH)