Dolar melemah, harga tembaga dan logam dasar naik di pasar global

Senin, 12 Januari 2026

image

JAKARTA - Harga tembaga menguat pada perdagangan Senin (12/1), didorong oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek permintaan dari China.

Seperti diketahui, China yang dikenal sebagai konsumen tembaga terbesar dunia, berencana meluncurkan paket kebijakan guna mendorong konsumsi domestik.

Seperti dikutip reuters.com, kontrak tembaga paling aktif di Bursa Berjangka Shanghai (SHFE) naik 2,91% ke level 103.200 yuan (US$14.793) per ton pada pukul 01.51 GMT.

Harga tersebut mendekati rekor tertinggi 105.500 yuan yang sempat tercapai pada 6 Januari 2026.

Di pasar global, kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,22% menjadi US$13.156 per ton, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi US$13.387,5 pada 6 Januari.

Penguatan harga turut ditopang oleh langkah kabinet China yang dipimpin Perdana Menteri Li Qiang.

Dalam rapat yang digelar Jumat lalu, pemerintah China membahas implementasi paket kebijakan fiskal dan keuangan, untuk memperkuat permintaan domestik, termasuk berbagai inisiatif yang diyakini mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi awal tahun ini berjalan solid.

Tembaga, yang banyak digunakan untuk industri tenaga listrik, konstruksi, dan manufaktur, juga memperoleh sentimen positif dari penurunan produksi di perusahaan tambang milik negara Chile, Codelco, pada November lalu.

Selain itu, pelaku pasar mencermati potensi akuisisi Glencore oleh Rio Tinto. Jika terealisasi, aksi korporasi tersebut berpotensi melahirkan perusahaan tambang terbesar di dunia, dengan nilai kapitalisasi gabungan mendekati US$207 miliar.

Penguatan komoditas logam dasar secara umum juga dipicu oleh redupnya dolar AS, yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain.

Di SHFE, logam dasar lain turut mencatat kenaikan. Harga nikel melonjak 3,63% menjadi 142.060 yuan per ton, timah naik ke 371.870 yuan per ton, aluminium menguat 1,93%, timbal 1,65%, dan seng 0,48%.

Sementara itu di LME, harga aluminium naik 0,7%, nikel 1,31%, timbal 0,32%, timah 2,47%, dan seng 0,49%. (DK/KR)