Rupiah melemah ke Rp16.850, diredam cadangan devisa
Senin, 12 Januari 2026
JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.850 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan intraday Senin (12/1).
Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi tujuh hari berturut-turut, serta menempatkan rupiah di posisi terendah sejak akhir April 2025.
Seperti dikutip tradingeconomics.com, tekanan terhadap rupiah masih cukup tinggi di tengah spekulasi pelonggaran kebijakan moneter Indonesia.
Bank Indonesia (BI) dinilai masih berupaya menopang pertumbuhan ekonomi, mengingat inflasi tetap berada dalam sasaran, meski sedikit meningkat pada Desember 2025.
Seperti diketahui, BI juga telah memangkas suku bunga secara kumulatif sebesar 150 basis poin dalam setahun hingga September 2025.
Sentimen pasar turut dibayangi sikap hati-hati investor, seiring melemahnya kepercayaan konsumen pada Desember usai mencapai puncak tertinggi dalam sembilan bulan.
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah relatif tertahan oleh posisi cadangan devisa Indonesia, yang mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan pada Desember 2025.
Dari sisi global, indeks dolar AS melemah ke kisaran 98,9 setelah menguat selama empat sesi perdagangan berturut-turut. (DK/KR)