Eksplorasi ITMG habiskan Rp12,5 miliar di kuartal IV 2025

Senin, 12 Januari 2026

image

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menghabiskan Rp12,57 miliar untuk kegiatan eksplorasi tambang batu bara pada periode Oktober hingga Desember 2025.

Monika Ida Krisnamurti, Corporate Secretary ITMG, menuturkan bahwa kegiatan eksplorasi meliputi pengeboran lanjutan, yang dilakukan lewat sejumlah anak usaha.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/1) lalu, Monika mengatakan eksplorasi berlangsung di Blok Selatan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. PT Trubaindo Coal Mining melakukan pengeboran preproduksi dengan menunjuk PT Cosyindo Teknik sebagai kontraktor teknik.

Sementara eksplorasi di Blok Selatan SB3 masih menunggu persetujuan izin PPKH Eksplorasi dari KLHK, dengan biaya Rp1,85 miliar.

Di sisi lain, PT Indominco Mandiri menjalankan pengeboran di Blok Barat, mencakup Kecamatan Sangatta, Marang Kayu, serta Bontang Utara dan Selatan. Kegiatan ini dikerjakan oleh PT Geryndo Utama dan PT Dunggio Drilling dengan biaya Rp1,67 miliar.

Kemudian PT Bharinto Ekatama fokus pada pengeboran pra-produksi di Blok Lempanang dan Blok Tenaik. Di Blok Lempanang dilakukan 77 lubang bor dengan kedalaman total 4.971 meter Open Hole dan 2.059 meter bor inti.

Di Blok Tenaik, 160 lubang bor digali hingga 10.923 meter Open Hole dan 2.055 meter bor inti, dengan biaya Rp8,14 miliar.

Sementara itu, PT Tepian Indah Sukses menerapkan metode partially dan fully coring, dengan kedalaman 80–100 meter per lubang dan jarak antar lubang 75–200 meter.

Monika menjelaskan pengeboran ini untuk memastikan kelanjutan lapisan batu bara, mempelajari pengaruh sedimentasi dan struktur geologi, serta pengambilan data geoteknik, hidrogeologi, dan contoh batu bara untuk dianalisis. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp911 juta.

Dari sisi kinerja keuangan, ITMG membukukan laba bersih sebesar US$134 juta sepanjang Januari–September 2025.

Capaian tersebut turun 51% dibandingkan US$273 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba ini sejalan dengan kinerja pendapatan ITMG hingga September, yang mencapai 17% menjadi US$1,4 miliar. (DK/KR)