Unjuk rasa belum reda, Trump sebut Iran mulai lewati garis merah
Senin, 12 Januari 2026

JAKARTA – Donald J. Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan mengambil langkah keras menyusul tewasnya sejumlah pengunjuk rasa yang menentang pemerintahan Iran saat ini.
Mengutip Foxnews pada Senin (12/1), Donald J. Trump menyampaikan bahwa Iran mulai melewati garis merah AS terkait laporan kematian sejumlah warga sipil pengunjuk rasa di Iran.
Menurut dia, serangan terhadap kepentingan AS akan dibalas dengan kekuatan luar biasa. Saat ini, pihaknya tengah mempertimbangkan suatu opsi yang sangat keras terhadap Iran.
Trump menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan wartawan terkait ambang batas yang akan memicu AS terhadap situasi politik di Iran.
"Sepertinya mereka mulai melakukan itu, dan tampaknya ada beberapa orang yang terbunuh yang seharusnya tidak dibunuh," kata Trump.
Menurut dia, AS akan segera memutuskan sikap terkait situasi terkini di Iran. Sikap tersebut mengacu pada laporan perkembangan yang diterima setiap jam.
Sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa AS akan bersikap terhadap Iran jika terjadi penembakan terhadap pengunjuk rasa di Iran.
Seperti diketahui, rakyat Iran melakukan unjuk rasa akibat tekanan ekonomi yang menyulitkan warga Iran. Iran menghadapi tekanan inflasi 40% secara tahunan dalam beberapa tahun terakhir. (LK)